Surabaya (beritajatim.com) – Pedro Acosta akhirnya dipastikan meninggalkan KTM dan bergabung dengan tim Ducati Lenovo untuk MotoGP 2027. Pebalap muda asal Spanyol tersebut akan menjadi rekan setim juara dunia bertahan Marc Marquez saat MotoGP memasuki era mesin 850cc dan ban Pirelli yang baru.
Kepastian transfer Acosta diumumkan setelah Ducati mengonfirmasi berakhirnya kerja sama dengan dua kali juara dunia MotoGP Pecco Bagnaia pada akhir musim 2026. Langkah tersebut menandai dimulainya proyek jangka panjang Ducati yang memadukan pengalaman Marquez dengan talenta muda paling menjanjikan di paddock.
Acosta datang ke tim pabrikan Ducati dengan reputasi mentereng sejak awal kariernya. Ia merebut gelar Moto3 pada musim debutnya dan menambah trofi Moto2 hanya dua tahun kemudian sebelum naik ke kelas utama MotoGP pada 2024.
Meski belum mencatatkan kemenangan grand prix di kelas premier, performa Acosta dalam dua musim terakhir mendapat perhatian besar. Sejak pertengahan musim lalu, ia tampil sebagai pebalap KTM paling konsisten dan kompetitif, meninggalkan rekan-rekannya yang juga berstatus pemenang balapan MotoGP.
Musim 2026 menjadi salah satu periode terbaik dalam karier Acosta. Ia meraih kemenangan Sprint pertamanya di Buriram dan beberapa kali terlibat perebutan kemenangan grand prix.
Namun, hasil runner-up saat duel sengit melawan Marc Marquez di MotoGP Hungaria membuatnya menyandang rekor unik sebagai pebalap dengan jumlah podium terbanyak tanpa kemenangan MotoGP, yakni 13 podium.
Kepindahan ke Ducati membuka babak baru bagi Acosta. Selain harus beradaptasi dengan motor Desmosedici GP, ia juga akan menghadapi tantangan besar sebagai rekan setim Marc Marquez, salah satu pebalap tersukses dalam sejarah MotoGP.
Ducati menilai Acosta sebagai investasi penting untuk masa depan tim ketika regulasi baru mulai diterapkan pada 2027. General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna menyebut Acosta sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan proyek pengembangan Ducati di masa depan.
“Pedro merupakan kandidat ideal untuk masa depan Ducati Lenovo Team. Setelah memastikan Marc bertahan, kami ingin menghadirkan pebalap muda dan cepat untuk mendukung pengembangan Desmosedici GP,” ujar Dall’Igna.
Ia menambahkan bahwa Acosta telah menunjukkan bakat luar biasa sejak usia muda. “Pedro bukan hanya talenta yang tak terbantahkan, tetapi juga menunjukkan kematangan yang luar biasa. Dalam waktu kurang dari enam tahun di kejuaraan dunia, ia sudah memenangkan dua gelar dan memperlihatkan performa yang sangat meyakinkan di MotoGP,” katanya.
Menurut Dall’Igna, kehadiran Acosta akan menjadi motivasi tambahan bagi seluruh tim Ducati. “Kedatangannya akan menjadi stimulus bagi semua orang. Kami akan mendukung proses perkembangannya hingga mencapai kematangan penuh sebagai pebalap. Saya yakin kontribusinya akan membantu Ducati melangkah lebih jauh dalam hal performa dan pencapaian target,” ujar Dall’Igna.
Sementara itu, Bagnaia diperkirakan akan bergabung dengan Aprilia yang saat ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam perebutan gelar dunia bersama Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Di sisi lain, KTM disebut tengah menyiapkan susunan pebalap baru dengan Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio sebagai kandidat utama tim pabrikan.
Masuknya Acosta ke Ducati juga menjadi bagian dari regenerasi besar yang sedang dilakukan pabrikan asal Italia tersebut. Selain Acosta, Ducati akan diperkuat sejumlah talenta generasi baru pada MotoGP 2027, termasuk Fermin Aldeguer di VR46, Nicolo Bulega yang diproyeksikan bergabung ke VR46, serta rookie Dani Holgado bersama Gresini Racing. (faw/kun)






