Surabaya (beritajatim.com) – Content Creator dan YouTuber kenamaan, Bayu Skak, memberikan inspirasi kepada para pendidik hingga generasi muda dalam gelaran Product Launching Erilila Lab for STEAM Education, Selasa (23/7/2026) di Sheraton, Surabaya.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan masa depan, melainkan kenyataan yang harus dihadapi saat ini. Menanggapi fenomena tersebut, dunia pendidikan dituntut untuk bergerak cepat dan menjemput perubahan agar proses belajar-mengajar menjadi lebih relevan dan menarik bagi generasi masa kini.
Dalam sebuah diskusi edukasi, pemanfaatan platform digital seperti Erklika dinilai sebagai langkah solutif, kreatif, sekaligus disruptif dalam mendobrak kejenuhan metode belajar konvensional.
Mengenang masa lalu, salah satu praktisi yang hadir dalam diskusi tersebut menceritakan bagaimana pengalaman sekolah zaman dulu cenderung kaku dan membosankan (boring).
“Era saya masih mengalami masa-masa ‘hukuman rotan’. Itu membuat sekolah jadi tidak enak dan sangat membosankan. Kalau sekarang ada sistem seperti Erklika dan saya bisa kembali ke masa lalu, saya pasti ingin kembali sekolah,” ujar Bayu Skak.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa esensi dari kreativitas adalah mencari solusi atas suatu permasalahan. Kehadiran Erklika dianggap berhasil menjawab keresahan masa lalu dengan membawa inovasi segar ke dalam ruang kelas.
Erklika dinilai membawa dampak disruptif yang positif. Di saat instansi lain masih nyaman dengan metode lama, platform ini sudah melangkah lebih maju dengan menerapkan sistem hybrid—sebuah konsep yang menggabungkan interaksi fisik dengan kecanggihan dunia digital.
“Jika inovasi ini sukses diterapkan secara luas, bukan tidak mungkin sistem hybrid ini akan menjadi standar baru yang diikuti oleh seluruh institusi pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Bayu Skak juga mengimbau para tenaga pendidik dan guru untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital. Momentum ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, salah satunya dengan aktif memproduksi konten-konten edukasi yang kreatif.
Dengan sinergi antara teknologi hybrid dan guru yang melek digital, diharapkan iklim belajar di sekolah tidak lagi terasa membosankan, melainkan menjadi ruang yang interaktif, menyenangkan, dan penuh inovasi. [kun]






