Ringkasan Berita:
- Damkar Pacitan membutuhkan waktu hampir dua jam untuk melepaskan cincin yang menjepit jari seorang ODGJ.
- Korban mengalami pembengkakan pada jari akibat cincin besi yang tidak bisa dilepas secara manual.
- Proses pelepasan dilakukan menggunakan peralatan khusus dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan luka tambahan.
- Setelah cincin berhasil dilepas, korban dapat segera menjalani penanganan lanjutan.
Pacitan (beritajatim.com) – Personel Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Pacitan harus berjibaku selama hampir dua jam untuk melepaskan cincin yang menjepit jari seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Korban diketahui bernama Slamet Riyadi, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Arjosari, yang saat itu berada di Shelter Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Pacitan. Jari tangan korban mengalami pembengkakan dan luka akibat cincin besi yang tidak lagi dapat dilepas.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Damkar Pacitan, Sugino, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas Shelter PPKS terkait kondisi korban yang membutuhkan penanganan khusus.
“Jarinya terjerat cincin hingga mengalami pembengkakan. Karena kondisinya semakin membesar, cincin tidak bisa dilepas dengan cara biasa,” kata Sugino, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena cincin yang terlalu ketat berpotensi menghambat aliran darah dan memperparah pembengkakan pada jari korban.
“Saat kami tiba, jari korban sudah membengkak. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa mengganggu sirkulasi darah dan menimbulkan risiko yang lebih serius,” ujarnya.
Petugas kemudian menggunakan peralatan khusus untuk memotong cincin yang menjepit jari korban. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat ruang antara cincin dan kulit korban sangat sempit.
“Penanganan seperti ini membutuhkan ketelitian tinggi. Fokus kami adalah melepaskan cincin tanpa menimbulkan luka tambahan pada korban,” jelas Sugino.
Setelah bekerja selama hampir dua jam, petugas akhirnya berhasil memotong dan melepaskan cincin dari jari korban. Suasana lega pun menyelimuti lokasi setelah jari korban terbebas dari lilitan logam yang menekan jaringan di sekitarnya.
“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar dan aman. Cincin berhasil dilepas sehingga korban dapat segera memperoleh penanganan lanjutan,” pungkasnya. [tri/beq]




