Ringkasan Berita:
- IHSG menguat 2,82% dalam sepekan meski investor asing mencatat penjualan bersih Rp4,5 triliun.
- IPOT menilai penguatan didorong sentimen global dari The Fed dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.
- Isu penurunan peringkat aksesibilitas pasar oleh MSCI menjadi sentimen yang perlu dicermati investor.
- IPOT merekomendasikan saham GGRM, MAPI, DEWA, serta obligasi PBS 038 untuk perdagangan pekan 22-26 Juni 2026.
Jakarta (beritajatim.com) – Pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di level 6.177 atau menguat sekitar 2,82 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Di tengah penguatan tersebut, investor asing justru membukukan aksi jual bersih (outflow) sebesar Rp4,5 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, mengatakan pergerakan positif IHSG selama sepekan terakhir didorong kombinasi sentimen global dan domestik.
Dari sisi global, perhatian pasar tertuju pada keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang kembali mempertahankan suku bunga acuannya.
“Kebijakan menahan ini bukan lagi cerminan dari strategi yang penuh kehati-hatian, melainkan sebuah pengakuan tersirat bahwa inflasi jauh lebih bebal dan sulit ditaklukkan daripada yang mereka perkirakan semula,” tegas David.
Menurutnya, bagi negara-negara berkembang (emerging markets), kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama atau higher for longer menjadi tantangan besar karena meningkatkan tekanan terhadap arus modal dan stabilitas pasar keuangan.
Sementara dari dalam negeri, David menilai keputusan Bank Indonesia menaikkan BI-Rate menjadi 5,75 persen turut menjadi sentimen penting bagi pasar.
Menurutnya, langkah yang melampaui ekspektasi pasar tersebut memicu penyesuaian harga (repricing) pada instrumen saham maupun obligasi.
“Melalui langkah ini otoritas moneter memprioritaskan stabilitas eksternal dan pengendalian inflasi, meskipun harus memitigasi risiko perlambatan pada momentum pertumbuhan ekonomi domestik dalam jangka pendek,” ujarnya.
Memasuki perdagangan pekan 22-26 Juni 2026, IPOT mengimbau investor dan trader untuk mencermati perkembangan terkait indeks MSCI yang dinilai masih berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
David menjelaskan pasar sempat mengalami tekanan setelah MSCI merilis Global Market Accessibility Review yang menurunkan indikator Information Flow Indonesia dari status positif menjadi negatif.
Penurunan tersebut dipicu oleh catatan mengenai transparansi struktur kepemilikan saham (free float) serta indikasi aktivitas perdagangan yang terkoordinasi (coordinated trading).
“Skenario terburuk mengenai potensi penurunan kasta (downgrade) menjadi Frontier Market sempat membayangi bursa. Namun, mayoritas dari 18 kriteria aksesibilitas lainnya yang tetap terjaga memberikan fondasi bagi pasar untuk merawat optimisme aset-aset berisiko, termasuk pasar saham Indonesia yang memperoleh sentimen positif,” tegasnya.
Di tengah dinamika pasar tersebut, IPOT juga terus mendorong peningkatan literasi investasi melalui pemanfaatan teknologi. Perusahaan yang baru menggelar Kapolda Jateng Cup 2026 bersama Kapolda Jawa Tengah itu memperkenalkan fitur AI Trading seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit kepada investor ritel muda, termasuk komunitas esports.
Untuk strategi perdagangan pekan ini, IPOT merekomendasikan tiga saham pilihan dan satu instrumen obligasi.
Saham pertama adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan strategi Buy on Breakout. Saham ini berada pada harga saat ini 16.625 dengan level masuk (entry) di 17.475, target harga 19.000 atau potensi kenaikan sekitar 8,73 persen, serta batas kerugian (stop loss) di 16.600. Menurut IPOT, GGRM kembali bergerak di atas MA5 dan MA20 sehingga berpeluang menembus area konsolidasi.
Rekomendasi kedua adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan strategi Buy on Breakout. Harga saat ini berada di level 1.510 dengan entry 1.520, target harga 1.630 atau potensi kenaikan 7,24 persen, dan stop loss di 1.470. IPOT menilai pergerakan harga MAPI masih konsisten bertahan di atas MA5 dengan pola price action yang mendukung kelanjutan tren naik.
Sementara rekomendasi ketiga adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melalui strategi Buy on Pullback. Saham ini memiliki harga saat ini 368 dengan area entry di 358-362, target harga 400 atau potensi kenaikan 11,73 persen, serta stop loss di 340. Menurut IPOT, indikator MACD masih menunjukkan kecenderungan bullish sehingga peluang penguatan masih terbuka.
Selain saham, IPOT juga merekomendasikan investor mempertimbangkan obligasi seri PBS 038. Dengan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun Indonesia yang berada di kisaran 7,07 persen, PBS 038 menawarkan kupon sebesar 6,87 persen per tahun dengan yield mencapai 7,17 persen sehingga dinilai menarik untuk menjadi alternatif investasi pada kondisi pasar saat ini. [beq]






