Ringkasan Berita
- Seluruh jemaah haji Kabupaten Kediri telah menyelesaikan seluruh rukun haji.
- Mbah Marsiyah yang berusia lebih dari 104 tahun dilaporkan dalam kondisi sehat.
- Jemaah kini menjalankan ibadah sunnah sambil menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia.
- Kloter 109 – 111 dijadwalkan tiba pada 29 Juni 2026, sedangkan Kloter 112 pada 30 Juni 2026.
Kediri (beritajatim.com) – Pelaksanaan ibadah haji 2026 bagi jemaah asal Kabupaten Kediri telah memasuki tahap akhir. Seluruh rangkaian rukun haji telah diselesaikan, sementara para jemaah kini memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menjalankan ibadah sunnah sebelum kembali ke Tanah Air.
Salah seorang jemaah yang tergabung dalam Kloter 112, Mu’idah (60), mengaku bersyukur seluruh ibadah wajib dapat dijalankan dengan lancar. “Alhamdulillah semua ibadah haji sudah selesai, tinggal sunah,” ujarnya.
Mbah Marsiyah 104 Tahun Tetap Sehat
Mu’idah juga menyampaikan rasa syukur karena ibunya, Marsiyah, yang menjadi salah satu jemaah haji tertua asal Kabupaten Kediri bahkan termasuk di antara jemaah haji tertua Indonesia, berada dalam kondisi sehat selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah wajib.
“Mbah Marsiyah sehat, mohon doanya mudah-mudahan sampai nanti pulang tetap sehat,” katanya.
Menurut Mu’idah, di usianya yang telah melampaui 104 tahun, sang ibu tidak hanya memanjatkan doa untuk keluarga dan keturunannya, tetapi juga mendoakan masyarakat Kabupaten Kediri beserta para pemimpinnya.
“Doanya Mbah Marsiyah, mudah-mudahan semua anak cucu bisa beribadah ke Makkah dan Madinah. Mudah-mudahan Kabupaten Kediri subur makmur, gemah ripah loh jinawi. Doa Mbah Marsiyah juga, mudah-mudahan Pak Bupati sehat dan panjang umur yang barokah,” tuturnya.
Siapkan Oleh-Oleh untuk Keluarga
Menjelang kepulangan, Mbah Marsiyah juga telah menyiapkan berbagai oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.
Untuk anak-anaknya, ia membeli surban, kopiah, dan tasbih. Sementara cucu-cucunya akan mendapatkan sajadah kecil serta boneka unta khas Arab Saudi.
Namun demikian, pembelian oleh-oleh tetap disesuaikan dengan ketentuan batas maksimal barang bawaan jemaah.
“Kalau koper besar maksimal 32 kilogram, koper kecil 7 kilogram. Air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper karena sudah mendapat jatah masing-masing 5 liter,” jelas Mu’idah.
Tidak Ada Jemaah yang Dilaporkan Sakit Serius
Sementara itu, Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis, memastikan hingga saat ini tidak terdapat laporan jemaah asal Kabupaten Kediri yang mengalami gangguan kesehatan serius.
“Sejauh ini tidak ada informasi terkait jemaah yang sakit,” ujarnya.
Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Kabupaten Kediri
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, jemaah haji Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 109, 110, dan 111 akan kembali ke Indonesia pada 29 Juni 2026.
Sementara itu, Kloter 112 yang membawa Mbah Marsiyah dijadwalkan tiba sehari berikutnya, yakni pada 30 Juni 2026.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat sehingga dapat berkumpul kembali bersama keluarga setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. [nm/ted]






