Ringkasan Berita
- Pemkab Kediri mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
- Data sensus akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
- Sebanyak 1.532 petugas BPS diterjunkan untuk melakukan pendataan di 26 kecamatan.
- Pendataan mencakup usaha mikro, kecil, menengah, besar, hingga perkembangan ekonomi digital.
- Pemkab Kediri Resmi Dukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk menghasilkan data perekonomian yang akurat dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan berbasis kondisi riil masyarakat.
Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pengalungan tanda pengenal secara simbolis kepada perwakilan petugas sensus di Ruang Tegowangi BKAD.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin menegaskan pentingnya sensus ekonomi sebagai instrumen utama dalam memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh.
Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pembangunan
Dalam sambutannya, Solikin menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat hingga sektor usaha menengah dan besar sebagai penggerak investasi dan pencipta lapangan kerja.
“Data yang dihasilkan dari sensus ini diharapkan akan menjadi pondasi dan rujukan paling penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, khususnya di tingkat daerah hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Menurutnya, hasil sensus akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Tak Sekadar Menghitung Jumlah Pelaku Usaha
Sekda menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bertujuan menghitung jumlah unit usaha yang beroperasi di Kabupaten Kediri.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga akan memetakan perkembangan ekonomi digital, mengidentifikasi potensi daerah, sekaligus melihat tantangan dan peluang ekonomi yang berkembang di masyarakat.
Dengan data yang lebih lengkap dan akurat, pemerintah diharapkan mampu merancang program pembangunan ekonomi yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Petugas Diminta Jaga Integritas
Dalam kesempatan tersebut, Solikin juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas secara profesional serta menjaga integritas selama proses pendataan berlangsung.
Ia menekankan bahwa kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada ketelitian dan objektivitas petugas saat melakukan pendataan di lapangan.
Sebanyak 1.532 Petugas Diterjunkan ke 26 Kecamatan
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri Bambang Indarto mengungkapkan sebanyak 1.532 petugas sensus akan diterjunkan untuk melakukan pendataan secara door to door di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
Pendataan tersebut mencakup seluruh 26 kecamatan sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurut Bambang, keberhasilan sensus sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, aparat wilayah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang benar kepada petugas.
“BPS Kabupaten Kediri menghaturkan apresiasi yang mendalam kepada Bapak Bupati Kediri beserta seluruh jajaran Pemkab Kediri atas dukungan nyata dalam menyukseskan Sensus Ekonomi,” katanya.
Melalui kolaborasi antara BPS, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan masyarakat, diharapkan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data berkualitas yang menjadi fondasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. [ADV PKP/nm]






