Mojokerto (beritajatim.com) – Perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto berlangsung semarak. Sebanyak 1.080 porsi makan gratis dibagikan kepada masyarakat di kawasan Alun-alun Wiraraja sebagai wujud syukur sekaligus bentuk kebersamaan antara pemerintah dan warga.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pembagian makan gratis kali ini menggunakan sistem kupon yang lebih tertata. Kupon dibagikan terlebih dahulu kepada masyarakat melalui 18 kelurahan di Kota Mojokerto. Mekanisme ini dinilai mampu mengurangi antrean panjang dan kerumunan.
Sehingga warga dapat menikmati hidangan dengan lebih nyaman. Antusiasme warga terlihat sejak Sabtu (20/6/2026) pagi. Mereka datang membawa kupon yang telah diterima dari kelurahan masing-masing untuk ditukarkan dengan paket makanan.
Salah satu penerima manfaat, Umi Nadiroh, warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan ini mengaku senang dengan perubahan sistem tersebut. Menurutnya, selain membantu memenuhi kebutuhan sarapan, pembagian makan gratis tahun ini terasa lebih praktis.
“Terima kasih untuk makan gratisnya, ini sangat membantu untuk sarapan. Tahun-tahun kemarin makan gratisnya di stan-stan sehingga harus berdesakan. Kalau sekarang lebih praktis dan lebih enak. Semoga ke depannya Kota Mojokerto semakin maju dan sukses lagi,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Mitha, warga Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan. “Alhamdulillah, dengan berkah makan gratis ini semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan Kota Mojokerto semakin maju serta bangkit lagi,” katanya.
Sementara itu, Desi Erawati, warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, menilai penggunaan kupon menjadi solusi yang efektif untuk menciptakan suasana yang lebih tertib. “Iya tidak seperti sebelumnya yang tidak menggunakan kupon sehingga terlihat semrawut. Semoga Kota Mojokerto semakin top,” harapnya.
Pembagian 1.080 porsi makan gratis tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, tetapi juga mengandung makna simbolis. Angka 1.080 merepresentasikan usia kota yang telah menapaki perjalanan panjang selama lebih dari satu abad.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan, gotong royong, dan kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat semakin terasa. Di tengah suasana perayaan, warga tidak hanya menikmati hidangan gratis, tetapi juga merayakan optimisme untuk masa depan Kota Mojokerto yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. [kun]






