Ringkasan Berita:
- Organisasi non-profit SENTRE menggelar program Sahabat Belajar 2026 di tiga SMA di Surabaya untuk memperluas wawasan pendidikan siswa.
- Tujuh mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas di Singapura berbagi pengalaman kuliah, strategi studi luar negeri, dan pengembangan diri.
- Program menghadirkan berbagai workshop praktis seperti Future Identity Blueprint, Strength & Skill Audit, hingga 90-Day Breakthrough Plan.
- Setelah Surabaya, roadshow Sahabat Belajar 2026 akan berlanjut ke Bali dengan pendampingan berkelanjutan melalui grup WhatsApp mentorship.
Surabaya (beritajatim.com) – Organisasi non-profit SENTRE yang diinisiasi mahasiswa Indonesia di Singapura sukses menyelenggarakan program outreach tahunan bertajuk Sahabat Belajar 2026 di Surabaya. Program yang digagas mahasiswa Program Business Management Singapore Institute of Management (SIM) ini bertujuan membuka wawasan, memberikan pendampingan, sekaligus memotivasi siswa sekolah menengah atas dalam merancang masa depan pendidikan mereka.
Rangkaian kegiatan pertama berlangsung pada 7–11 Juni 2026 dengan melibatkan tujuh mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di berbagai universitas ternama di Singapura. Salah satunya adalah Jasmine Meidy Vannesa, mahasiswa semester tiga asal Surabaya.
“Jadi SENTRE sendiri memiliki filosofi yang mendalam, yaitu gabungan dari kata “senter” (alat penerang) dan “centre” (pusat). Melalui filosofi ini, SENTRE berkomitmen untuk menjadi pusat inspirasi dan penerang bagi generasi muda agar mampu memberikan dampak positif bagi bangsa,” ungkap Jasmine Vannesa, Jumat (19/6/2026).
Jasmine menjelaskan penyelenggaraan Sahabat Belajar tahun ini terasa istimewa karena seluruh relawan berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang kini menempuh pendidikan tinggi di Singapura. Keberagaman latar belakang tersebut memberikan perspektif yang lebih luas dan relevan bagi para siswa.
Selama lima hari berada di Surabaya, tim Sahabat Belajar mengunjungi tiga sekolah menengah atas, yakni SMA Petra 1 Surabaya, SAIMS (Surabaya Cambridge School), dan SMA MDC (Masa Depan Cerah).
“Antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh para siswa di ketiga sekolah tersebut. Melalui sesi sharing interaktif, mereka mendapatkan gambaran komprehensif mengenai dunia perkuliahan, kehidupan sebagai mahasiswa rantauan, hingga strategi memburu peluang studi di luar negeri, khususnya di Singapura,” imbuhnya.
Selain berbagi pengalaman kuliah, para volunteer juga membekali peserta dengan berbagai materi pengembangan diri yang aplikatif dan berbasis rencana aksi. Salah satu materi unggulan adalah Future Identity Blueprint, yang membantu siswa memetakan visi, tujuan, dan identitas masa depan mereka.
Program lainnya meliputi Strength & Skill Audit, yaitu sesi evaluasi untuk mengenali potensi, bakat, dan kekuatan yang dimiliki siswa. Peserta juga diajak menyusun 90-Day Breakthrough Plan, yakni rencana aksi konkret selama 90 hari untuk mencapai target akademik maupun pengembangan diri.
Sementara melalui sesi Hot Seat Coaching, siswa dapat berdiskusi secara langsung mengenai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari menentukan jurusan kuliah hingga mempersiapkan studi ke luar negeri.
“Berdasarkan testimoni yang kami terima, banyak siswa merasa program ini sangat membuka mata. Mereka kini memiliki gambaran yang jauh lebih jelas mengenai langkah nyata yang harus diambil demi mencapai cita-cita,” imbuhnya.
Komitmen SENTRE tidak berhenti setelah roadshow berakhir. Sebagai bentuk pendampingan jangka panjang, setiap sekolah yang mengikuti program akan memperoleh akses ke grup WhatsApp mentorship gratis.
Melalui grup tersebut, para siswa dapat berkonsultasi secara langsung dengan mahasiswa Indonesia di Singapura mengenai persiapan kuliah, pengembangan diri, peluang beasiswa, hingga berbagai tips menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di luar negeri.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Surabaya, Sahabat Belajar 2026 akan melanjutkan misinya ke Bali untuk menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui program tersebut, SENTRE berharap semakin banyak generasi muda Indonesia berani bermimpi lebih besar, mempersiapkan diri dengan lebih matang, dan kelak kembali untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. [way/beq]






