RINGKASAN BERITA:
- Akumulasi data mutakhir mencatat sebanyak 107.989 jemaah dan petugas haji Indonesia telah mendarat di tanah air.
- Fase evakuasi udara Gelombang I via Jeddah mengangkut 104.308 orang, sementara Gelombang II via Madinah menerbangkan 5.961 orang.
- Kemenhaj RI melarang keras jemaah menyisipkan air zamzam di koper bagasi demi mencegah pembongkaran kargo secara paksa.
- Otoritas kementerian mengapresiasi tingginya tingkat kedisiplinan jemaah dalam mematuhi regulasi barang bawaan internasional.
Makkah (beritajatim.com) — Fase operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H / 2026 M kini resmi memasuki hari ke-57. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) berkomitmen memperketat pengawalan sirkulasi kepulangan jemaah haji reguler maupun khusus dari Tanah Suci guna menjamin seluruh tahapan evakuasi udara menuju tanah air berlangsung aman, nyaman, tertib, dan bebas dari kendala logistik.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kesiapan infrastruktur dan layanan kepulangan ini terus dipacu secara linier.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaf, memaparkan bahwa optimalisasi penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari draf pemeriksaan dokumen manifes di hotel, alur transportasi menuju bandara, sterilisasi kargo bagasi, hingga penyambutan di gedung debarkasi domestik.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh jemaah memperoleh layanan terbaik pada setiap tahapan perjalanan pulang sehingga dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” urai Maria Assegaf saat memberikan keterangan pers berkala di Makkah, Rabu (17/06/2026).
Konsekuensi Hukum Air Zamzam di Koper dan Apresiasi Kementerian
Maria melayangkan peringatan rigid agar seluruh jemaah mematuhi draf regulasi internasional terkait pembatasan barang bawaan, khususnya larangan keras memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.
Otoritas penerbangan Arab Saudi memberlakukan pemindaian sinar-X berlapis, di mana temuan jeriken ilegal berpotensi memicu pembongkaran paksa bagasi yang dapat merugikan lini waktu terbang kloter lain.
“Petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh bagasi. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka akan dikeluarkan sehingga berpotensi menghambat proses penanganan bagasi dan keberangkatan. Kami mengimbau jemaah untuk tidak membawa air zamzam tambahan di dalam koper. Air zamzam sudah disiapkan untuk jemaah dan akan diterima setibanya di Indonesia,” tegas Maria.
Merespons draf pelaksanaan di lapangan, Kemenhaj memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jemaah haji Indonesia yang sejauh ini menunjukkan tingkat kedisiplinan yang prima terhadap aturan barang bawaan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah tertib mengikuti ketentuan yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan barang bawaan, termasuk tidak membawa air zamzam di dalam koper maupun tas kabin, sangat membantu kelancaran proses pemeriksaan, penanganan bagasi, dan keberangkatan menuju tanah air,” imbuh Maria guna memperkuat draf pesan kepatuhan publik.
Statistik Mutakhir Manifes Kepulangan Dua Sirkuit Bandara Utama
Berdasarkan draf sirkulasi data memasuki hari ke-16 masa pemulangan, akumulasi jemaah dan petugas yang telah menginjakkan kaki kembali di Indonesia menyentuh angka 107.989 orang (terdiri atas 275 kloter dengan rincian 106.891 jemaah reguler dan 1.098 petugas pendamping).
Jika dibedah per sirkuit udara, fase pemulangan Gelombang I melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah telah menerbangkan 266 kloter dengan total 104.308 orang (103.246 jemaah dan 1.062 petugas). Sementara itu, rute penerbangan perdana Gelombang II yang bertolak dari Bandara AMAA Madinah tercatat melayani 15 kloter dengan total 5.961 orang (5.901 jemaah dan 60 petugas).
Di kaveling jalur darat, koridor pendorongan jemaah Gelombang II yang bermigrasi dari hotel Makkah menuju Madinah terpantau merangkak naik secara dinamis. Sektor Hijrah mencatat sebanyak 179 kloter dengan jumlah 68.683 jemaah dan 716 petugas (total 69.399 orang) telah merapat di Madinah untuk mengejar program Arbain.
Sebagai penutup, Maria mengajak seluruh jemaah yang telah berkumpul bersama keluarga di Indonesia untuk terus merawat indikator kemabruran haji dalam format kesalehan sosial harian. “Haji yang mabrur tidak berhenti saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Kemabruran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian kepada sesama, semangat berbagi, akhlak yang baik, serta kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. [ian/MCH]






