Ringkasan Berita
- Munas-Konbes NU 2026 menyiapkan sistem pengamanan terintegrasi.
- Banser, Pagar Nusa, CBP IPNU hingga Garda Fatayat dilibatkan.
- Pengamanan dilakukan bersama TNI dan Polri melalui koordinasi terpadu.
- Panitia mengedepankan pendekatan humanis dan khidmah kepada peserta.
Kediri (beritajatim.com) – Pengamanan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dipastikan melibatkan seluruh kekuatan badan otonom (Banom) NU serta aparat keamanan negara. Sistem pengamanan terintegrasi tersebut disiapkan untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 20 – 22 Juni 2026.
Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan sistem pengamanan dirancang dengan mengedepankan prinsip sinergi, profesionalitas, dan khidmah kepada para masyayikh, kiai, peserta, serta seluruh tamu undangan yang hadir.
Seluruh Kekuatan Banom NU Dikerahkan
Menurut Nabil, pengamanan dibangun melalui kolaborasi lintas elemen Nahdlatul Ulama dengan melibatkan berbagai badan otonom dan unsur internal pesantren.
Personel yang diterjunkan berasal dari Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pagar Nusa beserta Pasukan Intinya, Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU, Korps Pelajar Putri (KPP) IPPNU, Garda Fatayat NU, hingga unsur keamanan internal Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut bertujuan menciptakan sistem pengamanan yang menyeluruh dan mampu mengantisipasi berbagai kebutuhan selama pelaksanaan forum tertinggi kedua di lingkungan Nahdlatul Ulama tersebut.
Berkoordinasi dengan TNI dan Polri
Selain mengandalkan kekuatan internal NU, Seksi Keamanan juga menjalin koordinasi intensif dengan aparat keamanan negara.
Sinergi dilakukan bersama unsur TNI dan Polri sesuai tugas, fungsi, serta kewenangan masing-masing guna memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Melalui pola pengamanan terpadu ini, panitia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Munas dan Konbes dengan nyaman tanpa hambatan yang berarti.
Terapkan Sistem Satu Komando
Muchamad Nabil Haroen yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa menegaskan seluruh personel keamanan akan bergerak dalam satu sistem komando dan koordinasi yang telah ditetapkan oleh Seksi Keamanan.
Pendekatan yang digunakan bukan semata-mata pengamanan fisik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai pesantren dan tradisi Nahdlatul Ulama.
“Seluruh personel akan bergerak dalam satu sistem komando dan koordinasi Seksi Keamanan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, disiplin, serta tetap menjunjung tinggi adab pesantren dan nilai-nilai ukhuwah nahdliyah,” ujar Nabil Haroen, pada Selasa (16/6/2026).
Konsep tersebut dinilai penting mengingat Munas dan Konbes NU merupakan forum musyawarah yang mempertemukan ulama, pengurus, tokoh masyarakat, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Peserta Diimbau Patuhi Tata Tertib
Panitia juga mengajak seluruh peserta, tamu undangan, dan warga Nahdliyin untuk turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Peserta diminta mengenakan tanda pengenal resmi atau ID Card saat berada di area kegiatan serta mematuhi sistem akses dan zonasi yang telah ditentukan oleh panitia.
Langkah ini dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi, pengaturan mobilitas peserta, serta menjaga keamanan di setiap titik lokasi acara.
Perbedaan Pandangan Harus Tetap Dalam Bingkai Ukhuwah
Nabil menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan bagian dari tradisi intelektual yang telah lama hidup di tubuh Nahdlatul Ulama.
Namun demikian, seluruh peserta diharapkan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan, penghormatan kepada para ulama, serta kepatuhan terhadap aturan organisasi.
Menurutnya, semangat ukhuwah nahdliyah harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses diskusi dan pengambilan keputusan yang berlangsung selama Munas dan Konbes.
Pengamanan Berbasis Khidmah kepada Kiai dan Peserta
Lebih jauh, Nabil menjelaskan bahwa filosofi pengamanan yang diterapkan panitia bukan hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga bagian dari pengabdian kepada para ulama dan peserta.
“Semangat pengamanan yang kami bangun adalah semangat khidmah. Kami hadir bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan melayani para kiai, memuliakan tamu, memberikan rasa nyaman kepada seluruh peserta, serta memastikan setiap rangkaian musyawarah berlangsung dengan aman, tertib, khidmat, dan penuh keberkahan,” tegasnya.
Pendekatan tersebut menjadi ciri khas pengamanan dalam kegiatan-kegiatan besar Nahdlatul Ulama yang memadukan aspek profesionalisme dengan nilai-nilai pelayanan dan penghormatan kepada ulama.
Optimistis Munas-Konbes Berjalan Lancar
Dengan dukungan seluruh Banom NU, koordinasi bersama aparat keamanan, serta keterlibatan unsur pesantren, panitia optimistis pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 dapat berlangsung sesuai rencana.
Forum yang menjadi jembatan menuju Muktamar Nahdlatul Ulama itu diharapkan tidak hanya berjalan aman dan tertib, tetapi juga mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan organisasi, umat, bangsa, dan negara.
Melalui sinergi seluruh elemen yang terlibat, Munas-Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso diharapkan menjadi contoh pelaksanaan forum keagamaan nasional yang aman, kondusif, dan penuh semangat ukhuwah. [nm/kun]






