Ringkasan Berita
- Dapur sebuah warung steak di Jalan Ciliwung Gang Sarean, Kota Madiun, terbakar pada Selasa dini hari.
- Kebakaran diduga dipicu kompor yang masih menyala atau tidak dimatikan sempurna.
- Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit sehingga tidak merembet ke bangunan lain.
- Tidak ada korban jiwa karena bangunan dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi.
Madiun (beritajatim.com) – Kebakaran melanda dapur sebuah warung steak di Jalan Ciliwung Gang Sarean, Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (16/6/2026) dini hari. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena saat kejadian bangunan dalam kondisi kosong.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Madiun, Agus Purwo Widagdo, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 02.25 WIB.
Tak lama setelah menerima laporan, tim pemadam langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan agar kobaran api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.
“Begitu menerima laporan, petugas segera menuju lokasi. Setibanya di sana, kami melakukan pemetaan situasi dan langsung melaksanakan pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya,” ujar Agus.
Dalam proses pemadaman, Damkar Kota Madiun mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil suplai air berkapasitas 5.000 liter.
Petugas juga mendapat bantuan dari personel Satpol PP, warga sekitar, serta unsur TNI dan Polri yang turut membantu proses pemadaman dan pengamanan lokasi.
Api yang membakar area dapur berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.00 WIB atau sekitar 30 menit setelah proses pemadaman dimulai.
Berkat respons cepat petugas, kobaran api tidak sempat merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Kurang lebih setengah jam proses pemadaman berlangsung. Alhamdulillah api berhasil dilokalisir sehingga tidak menjalar ke bangunan lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu kompor yang masih menyala atau tidak dimatikan secara sempurna setelah digunakan.
Akibat kejadian tersebut, satu ruang dapur beserta sejumlah peralatan memasak mengalami kerusakan akibat terbakar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Agus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan memasak berbahan bakar gas.
Menurutnya, kelalaian pengguna masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran di rumah maupun tempat usaha.
“Kami mengimbau masyarakat selalu memastikan kompor dalam kondisi mati setelah digunakan. Jika rumah atau tempat usaha ditinggalkan dalam waktu lama, regulator tabung gas sebaiknya dilepas untuk mengantisipasi kebocoran yang bisa memicu kebakaran,” pungkasnya. [rbr/beq]






