Ringkasan Berita:
- Polres Blitar Kota mengerahkan 578 personel gabungan untuk pengamanan malam Satu Suro 2026.
- Pengamanan difokuskan pada kegiatan pengesahan warga baru sejumlah perguruan pencak silat.
- Polisi mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas akibat mobilisasi massa penggembira.
- Sistem pengamanan berlapis dan patroli skala besar disiapkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Blitar (beritajatim.com) – Kepolisian Resor (Polres) Blitar Kota menyiapkan 578 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian perayaan malam Satu Suro 2026 yang bertepatan dengan agenda pengesahan warga baru sejumlah perguruan pencak silat di wilayah hukum Polres Blitar Kota.
Pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya yang dipicu oleh mobilisasi massa penggembira yang selama ini kerap memadati jalanan.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan ratusan personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
“Polres Blitar Kota sudah mempersiapkan kekuatan pengamanan bersama TNI, Dishub, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya. Secara keseluruhan ada 578 personel gabungan yang kami siapkan,” ujar AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo kepada awak media, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan kerawanan yang dilakukan kepolisian, potensi gangguan justru lebih banyak berasal dari pergerakan massa pendukung atau penggembira dibandingkan prosesi inti pengesahan warga baru perguruan pencak silat.
Menurut Kapolres, kelompok penggembira biasanya bergerak secara berkelompok menggunakan kendaraan bermotor dalam jumlah besar sehingga berpotensi memicu kemacetan maupun gesekan di jalan.
“Yang menjadi perhatian utama kami sebenarnya adalah para penggembira. Karena sifat mereka mobile (bergerak), maka seluruh wilayah kami antisipasi, baik Kota Blitar, Kabupaten Blitar, maupun daerah penyangga,” katanya.
Untuk memperkuat pengamanan, Polres Blitar Kota juga berkoordinasi dengan sejumlah polres di wilayah penyangga guna melaksanakan operasi cipta kondisi secara bersamaan, terutama di kawasan perbatasan.
Selain itu, jajaran kepolisian telah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pengurus perguruan pencak silat pada pekan sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif, termasuk mengimbau agar para pendukung tidak datang ke lokasi pengesahan sehingga potensi kerumunan dapat diminimalkan.
Kapolres juga mengajak masyarakat menjadikan malam Satu Suro sebagai momentum introspeksi diri dan meningkatkan ibadah tanpa harus melakukan konvoi maupun berkumpul dalam jumlah besar.
“Kami berharap perayaan Satu Suro cukup dilaksanakan di rumah masing-masing. Ini adalah momentum introspeksi diri dan berdoa agar ke depan menjadi lebih baik,” imbuhnya.
Belajar dari evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, kepolisian akan menerapkan pola pengamanan berlapis (ring system). Strategi tersebut mengombinasikan penjagaan di titik-titik rawan dengan patroli skala besar yang bergerak secara dinamis di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah kemacetan, aksi konvoi, maupun potensi bentrokan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat selama rangkaian malam Satu Suro berlangsung.
“Mudah-mudahan komitmen yang sudah disepakati bersama bukan hanya di atas kertas, tetapi benar-benar dilaksanakan di lapangan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif,” pungkas AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo. [owi/beq]






