Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) mematangkan langkahnya menuju universitas berbasis kewirausahaan. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui gelaran Seminar Internasional bertajuk “Halal Entrepreneurship and Global Business Economy”.
Gelaran yang telah berlangsung di Gedung Pascasarjana Unisma Lantai 7 pada Rabu (10/6/2026) ini menjadi ajang serapan ilmu untuk memperkokoh pemahaman sivitas akademika seputar ekosistem ekonomi global berbasis syariah dan industri halal.
FEB Unisma menghadirkan tiga pakar lintas negara dan sektor. Mereka adalah Prof. Dr. Rossazana Bt Ab Rahim dari Universiti Malaysia Sarawak, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang Abidin Abdul Haris, serta Kepala Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Unisma Malang Dr. Hj. Jeni Susyanti, S.E., M.M., B.K.P.
Dekan FEB Unisma, Afifudin, S.E., M.S.A., Ak., saat diwawancarai menjelaskan bahwa momentum bulan Juni, tepatnya pada pekan kedua, memang dikonsep matang sebagai Pekan Entrepreneurship FEB Unisma. Berbagai stimulan akademik sengaja digenjot demi mendukung visi besar kampus hijau tersebut.
”Forum internasional ini merupakan sokongan konkret bagi milestone Unisma tahun 2026 yang menargetkan diri sebagai Entrepreneurial University, sebelum nantinya melangkah menuju tahap World Class University pada tahun 2027 mendatang. Kami meminta seluruh peserta menyerap bekal pengalaman dan peta dinamika ekonomi global ini secara maksimal,” papar Afifudin pada beritajatim.com, Jumat (12/6/2026).
Memasuki sesi inti, Deputi Kepala KPw BI Malang, Abidin Abdul Haris, mengupas tuntas urgensi penguatan halal value chain (rantai nilai halal) domestik. Ia menegaskan, integrasi hulu ke hilir yang melibatkan sinergi otoritas, pelaku usaha, sektor keuangan, akademisi, hingga konsumen adalah kunci. Langkah ini krusial demi mendongkrak daya saing nasional sekaligus memantapkan posisi Indonesia di episentrum industri halal global.
Antusiasme peserta yang terdiri dari jajaran dosen, peneliti, mahasiswa, hingga pelaku usaha tampak hidup dalam sesi diskusi interaktif. Melalui seminar ini, FEB Unisma kembali mengukuhkan komitmennya sebagai poros edukasi, riset, dan inovasi ekonomi syariah yang siap mencetak jawara-jawara wirausaha muda berdaya saing global.
Perspektif menarik juga dihadirkan oleh Prof. Dr. Rossazana Bt Ab Rahim melalui materi “Productive Zakat and Socioeconomics of Zakat Recipients”. Akademisi asal Malaysia ini menyoroti bagaimana zakat produktif dapat bertransformasi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi.
”Pengelolaan zakat yang produktif tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik dalam jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan sosial dan kemandirian ekonomi penerima manfaat secara berkelanjutan,” ujar Prof. Rossazana dalam presentasinya.
Tak kalah penting, Dr. Hj. Jeni Susyanti selaku Kepala LPH Unisma menutup sesi dengan membedah regulasi dan esensi sertifikasi halal. Jeni menekankan bahwa sertifikat halal kini bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan instrumen penting dalam memenangkan persaingan pasar global.
”Sertifikasi halal ini sangat penting sebagai jaminan kualitas dan kepatuhan produk terhadap standar halal yang berlaku. Selain memberikan perlindungan bagi konsumen, sertifikasi halal juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Jeni Susyanti. (dan/but)






