Blitar (beritajatim.com) — M. Rifa’i resmi ditunjuk sebagai Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar. Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar itu secara resmi menerima mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB untuk menakhodai DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2026–2031.
Penetapan ini sekaligus menjadi titik tolak bagi partai berlambang bola dunia tersebut untuk mulai memanaskan mesin politik menuju kontestasi Pemilu dan Pilkada 2029.
Turunnya Surat Keputusan (SK) dari DPP PKB kepada Rifai secara otomatis menutup ruang spekulasi yang sempat menghangat di internal partai. Sebelumnya, bursa calon Ketua DPC PKB Blitar diwarnai oleh sejumlah nama kuat, di antaranya Lutfi Aziz, Nur Fathoni, Ahmad Tamim, hingga Nasa Barcelona Marhaenis.
Keputusan DPP menunjuk Rifai dinilai sebagai langkah strategis. Ia bukanlah sosok karbitan di tubuh PKB, melainkan kader tulen yang telah memakan asam garam kepartaian. Sebelum dipercaya memegang tongkat komando, Rifai merupakan Sekretaris DPC PKB Blitar yang berperan vital dalam dapur organisasi.
“Alhamdulillah, hari ini saya diberikan kepercayaan oleh DPP PKB sebagai Ketua DPC PKB Blitar,” ujar M. Rifai, Jumat (12/06/2026).
Tidak ingin sekadar mempertahankan status quo, Rifai langsung memasang target politik yang progresif. Saat ini, PKB tercatat sebagai salah satu kekuatan politik utama di Blitar dengan raihan 11 kursi di DPRD. Di bawah kepemimpinannya, angka tersebut ditargetkan melonjak secara signifikan.
“Target minimal kita adalah 14 kursi pada Pemilu 2029. Dan, target utama kita adalah memenangkan Pilkada Kabupaten Blitar 2029,” tegas Rifai lugas.
Untuk merealisasikan ambisi besar tersebut, ia merancang strategi yang berpusat pada penguatan akar rumput dan konsolidasi kader.
“Kita akan melakukan pembenahan organisasi, memperkuat struktur partai, mempertahankan posisi yang ada, dan tentu berupaya keras meningkatkan jumlah kursi legislatif,” paparnya.
Mengenai potensi tumpang tindih perannya sebagai Wakil Ketua DPRD Blitar dan Ketua DPC PKB, Rifai menepis kekhawatiran tersebut. Ia meyakini tugas legislatif dan kepartaian dapat berjalan beriringan selama kompasnya tetap mengarah pada kepentingan masyarakat luas.
Lebih lanjut, ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader PKB Kabupaten Blitar untuk mengubah paradigma politik musiman. Kader PKB diwajibkan untuk terus hadir dan memberikan solusi konkret di tengah masyarakat tanpa harus menunggu datangnya tahun politik.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana PKB terus disosialisasikan kepada masyarakat dan tetap hadir memberikan manfaat. Kita ingin bersama-sama membangun daerah dan melayani masyarakat,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru yang visioner ini, publik kini menanti manuver politik PKB Kabupaten Blitar. Di bawah komando M. Rifai, PKB diproyeksikan tampil semakin solid dan agresif dalam mempertahankan dominasinya sebagai salah satu poros kekuatan politik terbesar di Bumi Penataran. (owi/aje)






