Lumajang (beritajatim.com) – Antrean panjang pembeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (10/6/2026).
Hal ini diduga dipicu naiknya harga BBM non-subsidi jenis Pertamax 92 yang menyebabkan banyak pengguna kendaraan memilih beralih ke Pertalite.
Antrean panjang salah satunya terjadi di SPBU Bagusari, Kecamatan/Kabupaten Lumajang. Kendaraan sepeda motor terlihat mengantre Pertalite sampai mengular ke jalan raya. Padahal, antrean sudah dibagi menjadi 2 jalur.
Nawawi, salah satu warga yang mengantre mengatakan, agar bisa mendapatkan Pertalite untuk kendaraan ia harus antre panjang selama 20 menit.
“Harus antre panjang nggak kayak biasanya, paling ini gara-gara Pertamax naik jadi banyak yang pindah,” kata Imam di SPBU Bagusari, Rabu (10/6/2027).
Pengawas SPBU Bagusari Yudha menjelaskan, antrean panjang untuk pengisian Pertalite sudah sering terjadi. Bahkan, sebelum harga Pertamax naik.
“Ini sebelum harga BBM Pertamax naik memang sudah seperti ini antreannya,” katanya.
Menurut Yudha, dampak kenaikan harga Pertamax belum terlihat di SPBU Bagusari. Sebab kebijakan tersebut baru diterapkan mulai hari ini.
“Belum kelihatan dampaknya, soalnya belum ada sehari, juga belum ada yang protes dari konsumen,” bebernya.
Informasi terkait kenaikan harga Pertamax dinilai sudah disosialisasikan Pertamina melalui berbagai saluran kepada masyarakat.
“Sejauh ini juga tidak ada perubahan konsumen dari pertamax ke pertalite yang menonjol. Khususnya pengendara roda empat, karena untuk mobil harus pakai barcode kalau mau isi BBM subsidi,” ungkap Yudha. (has/ted)






