Lamongan (beritajatim.com) – DPC Partai Gerindra Kabupaten Lamongan sedang menelusuri dugaan penjualan Becak Listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, yang ditawarkan melalui postingan grup jual beli media sosial Facebook.
Dugaan dijualnya becak bantuan tersebut mencuat pada Minggu (7/6/2026). Sebuah akun bernama Khoirul Huda Putra menawarkan becak listrik di grup publik “JUAL BELI BARANG LAMONGAN”.
Pada bodi becak listrik yang ditawarkan itu, masih menempel jelas foto Presiden Prabowo Subianto dan tulisan “Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo Subianto”. Logo Yayasan GSN dan lambang Garuda Pancasila.
Banyak warganet yang menyayangkan aksi tidak bertanggung jawab tersebut, mengingat masih banyak tukang becak kayuh lansia di Lamongan yang lebih membutuhkan becak listrik untuk menyambung hidup, tapi tidak kebagian bantuan.
Menanggapi hal itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Lamongan, Imam Fadeli, menegaskan bahwa bantuan moda transportasi ramah lingkungan tersebut sama sekali tidak boleh diperjualbelikan.
“Itu ndak boleh dijual, karena sudah ada penandatanganan perjanjian dengan pihak GSN (Gerakan Solidaritas Nasional), yayasan yang memberi bantuan,” kata Imam Fadeli, saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Gerindra Lamongan kini sedang berkoordinasi dengan berbagai elemen, untuk melacak oknum penerima bantuan yang nekat menawarkan aset bantuan negara tersebut, demi keuntungan pribadi.
“Kini pihak kami sedang melakukan koordinasi guna melacak oknum yang menjual becak listrik bantuan Presiden Prabowo tersebut,” imbuh Imam Fadeli.
Langkah pelacakan dilakukan untuk memastikan program jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat tetap tepat sasaran, dan menjaga amanat dari Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). (fak/ted)






