Ringkasan Berita:
- Ahmad Mujtaba Ilham Akbar mengaku tidak mudah menembus skuad senior Persebaya Surabaya.
- Bek kanan berusia 19 tahun itu mencatat 17 penampilan dan dua gol bersama Persebaya U-20 musim lalu.
- Ilham menargetkan menit bermain lebih banyak bersama tim utama pada musim 2026/2027.
- Ia mengaku banyak belajar soal mental, disiplin, dan profesionalisme dari Bernardo Tavares.
Surabaya (beritajatim.com) – Bagi Ahmad Mujtaba Ilham Akbar, pemain muda milik Persebaya Surabaya, perjalanan untuk menjadi bagian dari skuad senior tidak dilalui dengan mudah.
Kariernya berkembang melalui Persebaya Future Lab sebelum akhirnya memperkuat Persebaya U-20 di Elite Pro Academy Super League 2025/2026. Pemain yang kerap mengisi posisi full back kanan tersebut mencatatkan 17 penampilan dengan sumbangan dua gol sepanjang musim.
Catatan tersebut cukup menarik untuk ukuran seorang pemain bertahan. Namun kekuatan utama Ilham justru terlihat dari kontribusinya menjaga lini belakang tim.
Sepanjang musim, ia membukukan 54 tekel, 59 intersep, dan 19 sapuan. Statistik tersebut menunjukkan konsistensi pemain berusia 19 tahun itu dalam menjalankan tugas defensifnya.
Kini, setelah berhasil menembus tim utama Persebaya, Ilham menyadari bahwa debut bukanlah tujuan akhir. Baginya, kesempatan tampil bersama skuad senior hanyalah awal dari perjalanan yang lebih panjang.
“Saat masuk ke lapangan, saya hanya berpikir menjalankan instruksi pelatih dan bermain semaksimal mungkin. Saya tidak ingin hanya masuk dan merasakan atmosfer, saya ingin menunjukkan kalau saya siap ketika dibutuhkan,” ucapnya, Senin (8/6/2026).
Ilham berharap langkahnya tidak berhenti pada catatan debut semata. Ia ingin terus berkembang dan memperoleh kepercayaan lebih besar untuk tampil bersama tim utama Persebaya pada musim mendatang.
Menurutnya, kesempatan bermain tidak datang begitu saja, melainkan harus diperjuangkan melalui kerja keras dan konsistensi dalam setiap sesi latihan.
“Saya berharap musim depan bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain dan terus berkembang. Saya ingin terus meningkatkan kemampuan, membantu tim meraih hasil terbaik, dan membuktikan bahwa saya layak berada di tim utama,” ucap Ilham.
Selain beradaptasi dengan atmosfer kompetisi level tertinggi, Ilham juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari pelatih Bernardo Tavares selama berada di lingkungan tim utama.
Menurutnya, pelatih asal Portugal tersebut memiliki perhatian besar terhadap detail kecil dalam permainan maupun sikap pemain di luar lapangan.
“Coach Bernardo banyak memberikan pelajaran untuk saya. Beliau selalu menuntut pemain bekerja keras dan disiplin dalam setiap sesi latihan. Saya merasa banyak belajar, terutama soal mental, fokus, dan bagaimana harus bersikap sebagai pemain profesional,” tuturnya. [way/beq]






