Ringkasan Berita:
- Anak-anak TK Plus Al Kautsar Ngoro dan TK Tri Bhakti Segodorejo mengikuti edukasi pencegahan kebakaran di Taman Tirta Wisata, Jombang.
- Kegiatan interaktif memperkenalkan profesi pemadam kebakaran, peralatan operasional, dan langkah sederhana mencegah kebakaran.
- Guru dan orang tua mendapatkan sosialisasi keselamatan di rumah dan sekolah, menanamkan budaya sadar bencana sejak dini.
Jombang (beritajatim.com) – Tawa riang dan mata berbinar mewarnai Taman Tirta Wisata, Kecamatan Peterongan, pada Jumat, 5 Juni 2026. Suasana itu lahir dari antusiasme anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan kebakaran yang diselenggarakan oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang.
Anak-anak dari TK Plus Al Kautsar Ngoro dan TK Tri Bhakti Segodorejo Sumobito menjadi saksi langsung betapa menegangkan dan sekaligus mengasyikkan profesi pemadam kebakaran.
Acara dibagi dalam dua sesi: sesi pertama untuk TK Plus Al Kautsar Ngoro, dan sesi kedua untuk TK Tri Bhakti Segodorejo Sumobito. Setiap sesi dirancang interaktif, menghadirkan pengalaman yang jauh berbeda dari pembelajaran di ruang kelas.
“Anak-anak bisa melihat langsung bagaimana kami bekerja, peralatan yang kami gunakan, hingga bagaimana kami menyelamatkan masyarakat dalam keadaan darurat,” ungkap Komandan Damkarla Jombang yang juga menjabat sebagai Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri, Minggu (7/6/2026).
Sebelum memulai kegiatan, guru pendamping menyampaikan apresiasi kepada tim BPBD dan Pemadam Kebakaran atas kesempatan berharga ini. Anak-anak kemudian diperkenalkan pada berbagai perlengkapan operasional, dari helm keselamatan hingga armada pemadam kebakaran.
Raut wajah penasaran berubah menjadi kegembiraan saat mereka diperbolehkan menyentuh dan mencoba beberapa alat sederhana.
Namun, kegiatan ini tidak hanya menekankan profesi pahlawan api. Anak-anak juga belajar mengenali bahaya kebakaran dan tindakan pencegahan sederhana, seperti tidak bermain api, menjaga jarak dari sumber panas, dan segera memberi tahu orang dewasa ketika melihat potensi bahaya.
Selain peserta didik, para guru dan wali murid juga mendapatkan sosialisasi penting tentang keselamatan di rumah maupun sekolah. Materi mencakup pengawasan penggunaan peralatan listrik, penyimpanan bahan mudah terbakar, serta tindakan awal yang bisa dilakukan saat terjadi keadaan darurat.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya: menanamkan kesadaran akan keselamatan sejak usia dini. Anak-anak belajar bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama—dimulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat.

Kegiatan berlangsung lancar, penuh interaksi positif, dan meninggalkan kesan mendalam. Anak-anak pulang membawa pengetahuan baru, sementara para guru dan orang tua mendapatkan wawasan berharga untuk menjaga keselamatan lingkungan mereka.
Inilah bukti bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas menarik, menyenangkan, dan tetap mendidik generasi muda untuk peduli pada keselamatan diri dan sekitar.
BPBD Jombang terus mendorong budaya sadar bencana, berharap setiap langkah kecil hari ini akan melahirkan generasi yang lebih peduli, siap menghadapi risiko, dan menanam nilai keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. [suf]






