Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Atlas Padel Surabaya merespons keluhan kebisingan dari warga sekitar. Mereka kini menonaktifkan lapangan lima dan mempercepat pemasangan peredam suara.
Perwakilan Manajemen Atlas Padel Surabaya, Selviani Dina, menyampaikan permohonan maaf kepada warga sekitar atas ketidaknyamanan operasional tempat olahraga tersebut.
“Tentu kenyamanan warga ini menjadi prioritas kami. Kami sedang berupaya untuk memberikan solusi yang terbaik terkait permasalahan ini,” kata Dina, Kamis (4/6/2026).
Langkah konkrit langsung diambil pihak pengelola. Lapangan lima yang berbatasan persis dengan rumah warga ditutup sementara waktu. Area tersebut kini dalam status renovasi pemasangan peredam.
“Kami tidak akan mengaktifkan lapangan lima sampai peredam suara ini terpasang seluruhnya. Jadi kita nonaktifkan total,” tegasnya.
Pengerjaan peredam awalnya ditargetkan rampung pada akhir Mei lalu. Namun, tingginya struktur dan luasnya area menuntut pengerjaan ekstra hati-hati agar hasilnya maksimal untuk jangka panjang.
“Saat ini untuk bagian bawah sudah tertutup seratus persen. Kita akan lanjutkan di bagian atas agar hasilnya lebih maksimal,” ungkap Dina.
Selain fisik bangunan, manajemen juga memangkas jam operasional harian. Jadwal tutup dimajukan menjadi pukul 21.00 WIB dari sebelumnya pukul 22.00 WIB. Waktu buka tetap pukul enam pagi. “Dengan adanya penyesuaian jam tersebut, kami berharap tidak mengganggu waktu istirahat warga sekitar,” imbuhnya.
Manajemen turut mengambil langkah proaktif dengan menyurati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Mereka meminta pengujian tingkat kebisingan sesuai standar resmi yang berlaku bagi area permukiman.
“Kami siap mengikuti prosesnya. Saat ini kami sedang menunggu umpan balik dari Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Terkait aspek legalitas dan adanya somasi, Dina memastikan semua dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sudah tuntas. Pihaknya menghormati proses hukum namun tetap membuka lebar ruang mediasi kekeluargaan. “Jika memang masih memungkinkan untuk kita lakukan mediasi secara kekeluargaan, kita sangat terbuka,” tutup Dina.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, warga mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas olahraga di Atlas Padel Surabaya yang berlokasi di kawasan Dharmahusada Indah.
Felicia Kartika, warga sekitar Atlas Padel Surabaya mengungkapkan jika gangguan dari lapangan padel tersebut sudah berlangsung hampir satu tahun. “Aktivitas dimulai sejak pagi hingga sekitar pukul sepuluh malam. Kondisi itu sangat mengganggu waktu istirahat kami sebagai warga yang tinggal berdampingan langsung dengan lapangan,” bebernya. [ipl/kun]






