Surabaya (beritajatim.com) – Kepergian Bruno Moreira dari Persebaya Surabaya tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi para suporter. Masseur Persebaya, Yoyok Sebastian, mengaku sangat kehilangan sosok pemain asal Brasil tersebut yang selama ini sudah dianggap seperti anggota keluarganya sendiri.
Kedekatan Yoyok dengan Bruno terjalin sejak pemain berusia 27 tahun itu bergabung dengan Persebaya pada 2021. Hubungan keduanya tidak sebatas profesional di lingkungan tim, tetapi juga berkembang menjadi hubungan kekeluargaan yang erat di luar lapangan.
Yoyok mengungkapkan, hampir setiap hari dirinya berinteraksi dengan Bruno, baik saat menjalani aktivitas tim maupun dalam berbagai kegiatan bersama keluarga.
“Bruno itu memang manja dan dekat sekali sama istri dan anak-anakku. Bukan hanya jalan berdua dengan saya, tapi dia juga sering main ke rumah hingga makan bersama. Yang paling saya ingat, dia pernah ikut merayakan ulang tahun anak pertama saya,” ungkap Yoyok, Rabu (3/6/2026).
Bagi Yoyok, banyak kenangan yang sulit dilupakan bersama kapten Persebaya tersebut. Salah satu yang paling membekas adalah perhatian Bruno kepada anak-anaknya, khususnya putrinya yang berstatus atlet hoki.
Menurut Yoyok, Bruno kerap memberikan dukungan dan motivasi kepada sang anak saat menjalani pertandingan. Sikap itu membuat keluarganya merasa sangat dekat dengan pemain yang dikenal ramah tersebut.
Momen yang paling mengharukan terjadi ketika putrinya tampil pada partai final Hoki Piala Wali Kota Surabaya. Di tengah kesibukannya sebagai pemain profesional, Bruno menyempatkan hadir langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan.
“Yang berkesan lagi ketika anakku tanding final Hoki Piala Wali Kota, dia datang untuk mendukung anakku yang nomor tiga. Saya terharu sekali. Bahkan dia dengan sabar melayani permintaan foto dari anak-anak kecil di lapangan,” kenangnya.
Yoyok menilai kepribadian Bruno yang rendah hati, hangat, dan mudah bergaul membuatnya begitu dicintai oleh banyak orang di lingkungan Persebaya. Karena itu, keputusan sang pemain untuk tidak melanjutkan kontraknya pada musim 2026/2027 menjadi pukulan emosional bagi keluarganya.
Kesedihan keluarga Yoyok semakin terasa ketika Bruno menyampaikan pesan perpisahan yang sangat personal. Ucapan tersebut menjadi kenangan yang sulit dilupakan hingga kini.
“Bruno sempat bilang ke saya, ‘Aku tidak akan melupakan seluruh keluargamu dan selamanya akan jadi keluarga besar karena kamu adalah bapakku di Indonesia’,” tutur Yoyok.
Perkataan itu membuat suasana perpisahan berlangsung haru. Yoyok mengaku dirinya dan keluarga tidak kuasa menahan air mata saat mendengar ungkapan tersebut dari Bruno.
Seperti diketahui, Bruno Moreira resmi berpisah dengan Persebaya Surabaya setelah kontraknya berakhir pada 31 Mei 2026. Melalui unggahan emosional di akun media sosial pribadinya pada Selasa (2/6/2026), pemain yang menjabat sebagai kapten tim itu menyampaikan salam perpisahan kepada manajemen, rekan setim, serta seluruh suporter Bonek dan Bonita.
Kepergian Bruno menandai berakhirnya salah satu perjalanan paling berkesan dalam beberapa musim terakhir bagi Persebaya. Tidak hanya meninggalkan jejak di atas lapangan, pemain asal Brasil tersebut juga meninggalkan kenangan mendalam bagi banyak orang yang pernah berada di sekitarnya. [way/but]






