Lumajang (beritajatim.com) – Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Jawa Timur.
Di tengah masa pembinaan, puluhan warga binaan tidak hanya menjalani aktivitas rutin di dalam lapas, tetapi juga mendapatkan pelatihan keterampilan melalui program ketahanan pangan yang dikembangkan oleh pihak lapas.
Di lahan seluas sekitar 250 meter persegi, warga binaan asimilasi terlibat langsung dalam berbagai kegiatan produktif, mulai dari beternak ayam petelur, membudidayakan ikan lele, hingga mengelola lahan pertanian sayuran. Program tersebut menjadi salah satu upaya pembinaan kemandirian agar para narapidana memiliki bekal keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang, Agus Salim, mengatakan sebanyak 50 warga binaan asimilasi saat ini dilibatkan dalam program ketahanan pangan. Mereka merupakan warga binaan yang telah memenuhi persyaratan dan lolos proses penilaian untuk mengikuti kegiatan kemandirian.
“Jadi, ini warga binaan kita libatkan langsung sebagai tenaga di bidang-bidangnya. Nanti setelah mereka keluar dan kembali ke masyarakat harapannya agar mempunyai keahlian,” terang Agus Salim di Lumajang, Selasa (2/6/2026).
Dibekali Keterampilan Peternakan dan Perikanan
Dalam pelaksanaannya, para warga binaan ditempatkan di sejumlah sektor kerja sesuai kebutuhan program. Sebagian bertugas merawat ayam petelur, sementara lainnya mengelola kolam budidaya ikan lele maupun lahan pertanian yang ditanami berbagai jenis sayuran.
Program tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan praktis, tetapi juga mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas.
Saat ini, Lapas Lumajang memiliki sekitar 100 ekor ayam petelur yang mampu menghasilkan telur hingga lima kilogram setiap hari. Selain itu, tersedia kolam budidaya lele dengan kapasitas mencapai 13 ribu ekor serta area pertanian yang dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas sayuran.
“Untuk hasil panennya itu dari 100 ayam yang kita miliki bisa sampai 5 kilogram per hari. Kalau lele itu sesuai bibitnya rata-rata 13 ribu ekor. Hasilnya itu dipakai untuk kebutuhan dapur bagi warga binaan,” tambah Agus.
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Program yang dijalankan Lapas Lumajang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi.
Selain memberikan manfaat berupa keterampilan kerja, kegiatan tersebut juga membantu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih aktif serta membangun rasa tanggung jawab bagi para warga binaan.
Menurut Agus, keberhasilan program ini membuka peluang untuk pengembangan yang lebih luas ke depannya. Ia berharap tersedia tambahan lahan agar kapasitas produksi maupun jumlah warga binaan yang dapat dilibatkan semakin meningkat.
Harapkan Lahan Lebih Luas
Meski saat ini program berjalan di lahan yang terbatas, pihak lapas optimistis kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi warga binaan.
“Tentu saya berharap mempunyai lahan lebih luas seperti lapas lain untuk mendukung program ketahanan pangan ini, juga tentu bisa menyerap warga binaan kaitan dengan program ketahanan pangan, bisa lebih banyak,” ungkap Agus.
Dengan pembinaan berbasis keterampilan tersebut, Lapas Lumajang berharap para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan dan pengalaman kerja yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.(has/ted)






