Pasuruan (beritajatim.com) – Warga Dusun Sumber Gentong mendadak digemparkan oleh penemuan jasad manusia yang mengapung di aliran sungai kawasan industri lokal pada Minggu (31/5) pukul 11.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut membuat warga sekitar kesulitan mengenali ciri-ciri fisik korban secara spesifik.
Aparat kepolisian sektor setempat beserta tim identifikasi yang menerima laporan warga langsung bergegas melakukan evakuasi darurat di area aliran air tersebut. Petugas sempat menemui kendala karena medan di sekitar lokasi berupa tepian sungai yang dipenuhi semak belukar cukup lebat.
“Piket SPKT Polsek Wonorejo telah menerima laporan bahwa adanya penemuan mayat di sungai tepatnya di belakang pabrik ternak CV Pullus,” ungkap Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno. Joko menegaskan bahwa jasad Mr. X tersebut saat ini dievakuasi ke kamar jenazah rumah sakit umum daerah untuk dilakukan autopsi mendalam.
Berdasarkan pemeriksaan awal dari tim medis di lapangan, korban berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam posisi terlentang tanpa sehelai benang pun. Petugas menduga kuat korban sudah meninggal dunia lebih dari dua hari sebelum akhirnya mengapung dan tersangkut di belakang dinding pabrik.
Sebelum gempar di area sungai, seorang saksi mata mengaku sempat melihat keberadaan pria asing yang gerak-geriknya mencurigakan di sekitar area perkebunan miliknya. Namun, saksi tidak menyangka bahwa pengamatan sekilas beberapa hari lalu itu berkaitan dengan penemuan jasad membusuk pada hari ini.
“Posisi korban berada di sungai belakang pabrik ternak dengan posisi terlentang tanpa busana, mayat dalam keadaan membusuk. Sehingga kesulitan untuk mengidentifikasi korban,” tambah Joko.
Hingga kini, kepolisian belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban karena tidak ditemukannya tanda pengenal maupun dokumen resmi di sekitar lokasi.
Unit Reskrim Polsek Wonorejo bersama Satreskrim Polres Pasuruan kini tengah melakukan penyisiran ulang guna mencari barang bukti tambahan yang mungkin hanyut. Polisi juga mulai mengumpulkan keterangan dari para kepala desa di sekitar Kecamatan Wonorejo terkait adanya laporan kehilangan anggota keluarga.
Masyarakat yang merasa kehilangan kerabat dengan ciri-ciri pria dewasa diimbau untuk segera berkoordinasi dan mendatangi kantor polisi terdekat. Pengamanan di sekitar lokasi kejadian kini diperketat guna menjaga kelancaran proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim forensik. (ada/but)






