Ringkasan Berita
* ASHA IVF Indonesia merayakan Hari Jadi Kota Surabaya dengan mengadakan program open house yang menyediakan layanan pemeriksaan kesuburan gratis bagi pasangan yang mendambakan buah hati.
* Program ini mendapat antusiasme tinggi dengan lebih dari 400 pendaftar untuk 170 slot yang tersedia di tiga klinik ASHA IVF di Surabaya.
* Melalui kegiatan ini, dokter spesialis menekankan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai faktor infertilitas untuk menentukan terapi yang tepat dan berkualitas bagi para pejuang buah hati.
—————————————————
Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya, ASHA IVF Indonesia menggelar program “ASHA Open House: Celebrate Hope with ASHA”. Layanan pemeriksaan kesuburan gratis ini diselenggarakan serentak di tiga lokasi: ASHA IVF Waron Hospital, ASHA IVF PHC, dan ASHA IVF Jaladri RSPAL dr. Ramelan.
DR. Dr. Amang Surya Priyanto, SpOG, F-MAS, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi ASHA IVF bagi warga Surabaya untuk menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang sedang menantikan kehadiran buah hati.
“Kami ingin memeriahkan ulang tahun Kota Surabaya dengan membuka layanan gratis bagi calon mom and dad untuk mendapatkan keturunan, tidak hanya mendapatkan keturunan saja, tapi mendapat terapi yang pas dan sesuai untuk mendapatkan momongan yang sehat dan berkualitas,” ujar dr. Amang.
Menurut dr. Amang, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dalam lima hari pendaftaran, tercatat lebih dari 400 pasangan mendaftar untuk 170 slot yang tersedia.
Akibat membludaknya peminat, tim ASHA IVF melakukan seleksi ketat agar layanan diberikan kepada pasangan yang paling membutuhkan penanganan segera.
Terkait urgensi pemeriksaan, dr. Amang menyoroti bahwa masih banyak pasangan yang tidak menyadari adanya kendala medis pada organ reproduksi mereka, baik pihak laki-laki maupun perempuan.
“Banyak pasangan datang terlambat karena menganggap masalah kesuburan akan membaik dengan sendirinya. Padahal semakin dini diperiksa, semakin besar peluang keberhasilannya,” tegasnya.
Dalam sesi screening, tim medis melakukan wawancara untuk mendeteksi gangguan seperti siklus haid atau masalah hubungan seksual, serta pemeriksaan USG dasar. Temuan medis di lapangan pun beragam, mulai dari endometriosis, perlengketan, hingga faktor sperma yang memerlukan tindakan medis lanjut seperti bayi tabung.
“Inti dari basic fertility screening saat ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab yang membuat mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan,” jelas dr. Amang.
Seluruh dokter spesialis dari tiga klinik ASHA IVF, mulai dari spesialis fertilitas hingga fetomaternal, hadir secara langsung untuk memastikan setiap pasangan mendapatkan panduan awal mengenai langkah promil yang sesuai dengan kondisi masing-masing.[rea]






