Ringkasan Berita:
- Bupati Pasuruan Mas Rusdi mendorong perusahaan mengarahkan dana CSR untuk membantu perbaikan sarana pendidikan.
- Sebanyak 1.000 sekolah negeri di Kabupaten Pasuruan tercatat membutuhkan rehabilitasi dan pembenahan fasilitas.
- Program CSR diprioritaskan menyasar sekolah yang berada di kawasan ring satu perusahaan.
- Pemkab Pasuruan akan mengawasi pelaksanaan program agar pembangunan berjalan tepat sasaran dan sesuai standar.
Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggandeng sektor swasta untuk mempercepat perbaikan sarana pendidikan melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah ini diambil untuk membantu rehabilitasi sekitar 1.000 sekolah negeri yang saat ini membutuhkan pembenahan fasilitas belajar mengajar.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengatasi keterbatasan anggaran sekaligus mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan industri.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan harus turut berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat sekitar, termasuk melalui perbaikan sarana pendidikan.
“Kami meminta perusahaan-perusahaan untuk peduli dan membantu sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Pasuruan,” tegas Rusdi.
Menurutnya, keberadaan industri tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan.
Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, saat ini terdapat sekitar 1.000 sekolah negeri yang membutuhkan perbaikan menyeluruh. Kerusakan yang ditemukan beragam, mulai dari atap bangunan yang bocor, ruang kelas yang membutuhkan renovasi, hingga fasilitas sanitasi yang memerlukan pembenahan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berhubungan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan siswa saat mengikuti proses belajar mengajar.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Pasuruan mengarahkan program CSR perusahaan agar lebih fokus pada pembangunan fasilitas pendidikan yang berada di kawasan ring satu industri.
“Kami berharap kerja sama CSR berfokus pada pembangunan gedung sekolah di ring satu mereka dulu,” tambah Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan.
Menurutnya, pendekatan berbasis wilayah ini akan membuat penggunaan dana CSR lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan perusahaan.
Pemkab Pasuruan juga menyiapkan sistem pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan yang dibiayai melalui dana CSR. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan memenuhi standar keselamatan dan kebutuhan pendidikan.
Pemerintah daerah berharap pola kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah ini dapat menjadi solusi percepatan rehabilitasi sekolah sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan.
Komitmen tersebut mendapat respons positif dari perwakilan perusahaan produsen pangan multinasional yang turut hadir dalam pembahasan program tersebut.
Pihak perusahaan menyatakan siap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan untuk menyusun skema teknis pembangunan dan perbaikan ruang kelas yang menjadi prioritas.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Pasuruan sehingga siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak. [ada/beq]






