Surabaya (beritajatim.com)- Pernahkah kamu sedang santai menatap layar ponsel atau berbincang, lalu kelopak mata tiba-tiba berkedut sendiri? Banyak orang mengaitkan kondisi ini dengan mitos, mulai dari pertanda akan mendapat rezeki hingga bakal menangis. Namun secara medis, kedutan mata sebenarnya punya penjelasan yang cukup jelas.
Dalam dunia kesehatan, kondisi ini dikenal sebagai Eyelid Myokymia. Kedutan terjadi karena otot di sekitar kelopak mata mengalami kontraksi ringan secara tiba-tiba dan tidak disadari. Biasanya kondisi ini hanya terjadi pada satu sisi mata dan lebih sering muncul di kelopak mata bawah.
Bagaimana Kedutan Mata Bisa Terjadi?
Secara medis, kedutan mata berkaitan dengan saraf yang mengontrol gerakan otot kelopak mata. Saat saraf tersebut mengalami gangguan sementara, otot mata bisa bergerak sendiri tanpa dikendalikan.
Kondisi ini membuat saraf mengirim sinyal listrik berulang ke otot kelopak mata. Akibatnya, muncul gerakan kecil seperti berdenyut atau bergetar yang kita rasakan sebagai kedutan. Meski terasa mengganggu, sebagian besar kedutan mata sebenarnya tidak berbahaya dan hanya berlangsung sementara.
Kebiasaan yang Sering Memicu Kedutan Mata
Ada beberapa faktor yang paling sering memicu mata berkedut. Salah satunya adalah kurang tidur dan kelelahan. Saat tubuh tidak mendapat istirahat cukup, otot mata menjadi lebih tegang dan sensitif.
Kebiasaan menatap layar terlalu lama juga bisa memperparah kondisi ini. Mata dipaksa bekerja terus-menerus sehingga otot di sekitarnya mudah mengalami kejang ringan. Selain itu, konsumsi kafein berlebihan seperti kopi atau minuman energi juga dapat memicu kedutan. Kafein bersifat stimulan yang membuat saraf dan otot menjadi lebih aktif.
Faktor lain yang sering berperan adalah stres, kecemasan, mata kering, hingga kekurangan magnesium. Semua kondisi tersebut dapat memengaruhi kerja saraf dan otot di area mata.
Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Kabar baiknya, kedutan mata biasanya akan hilang sendiri dalam beberapa hari. Untuk membantu meredakannya, kamu bisa mulai dengan tidur cukup, mengurangi stres, membatasi konsumsi kopi, dan mengistirahatkan mata dari layar gadget.
Jika mata terasa kering, penggunaan tetes mata pelumas juga bisa membantu. Selain itu, coba terapkan aturan 20-20-20 saat bekerja di depan layar, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Meski umumnya tidak berbahaya, kedutan mata tetap perlu diperhatikan jika terjadi terus-menerus selama berminggu-minggu. Segera periksa ke dokter apabila kedutan menyebar ke area wajah lain, kelopak mata sulit dibuka, atau muncul bengkak dan kemerahan.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kedutan yang menetap dalam waktu lama bisa menjadi tanda gangguan saraf tertentu. Jika kondisi sangat mengganggu dan berlangsung lebih dari tiga bulan, dokter dapat mempertimbangkan penanganan medis seperti suntikan Botox dosis rendah untuk membantu merilekskan otot mata. [Meychel Salsabyla]






