Ringkasan Berita
- Khofifah menyalurkan BLT DBHCHT Rp10,324 miliar di Bojonegoro.
- Bantuan diberikan kepada buruh rokok dari 65 perusahaan di 25 daerah.
- Setiap penerima memperoleh bantuan Rp1 juta.
- Pemprov Jatim berharap nominal bantuan dapat meningkat ke depan.
Bojonegoro (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) lintas wilayah senilai total Rp10,324 miliar di PT Kareb Alam Sejahtera (MPS Dander), Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/5/2026).
BLT DBHCHT tersebut diberikan kepada buruh pabrik rokok dari 65 perusahaan yang tersebar di 25 kabupaten/kota di Jawa Timur. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Setyo Wahono, jajaran Forkopimda Bojonegoro, Wakil Ketua IV DPRD Provinsi Jawa Timur, OPD Pemprov Jatim, direksi PT Kareb Alam Sejahtera, Ketua SPSI Jawa Timur, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Acara berlangsung meriah dengan penampilan Tari Gambyong yang dibawakan para pegawai PT Kareb Alam Sejahtera sebagai pembuka kegiatan.
Dalam sambutannya, Khofifah berharap nominal bantuan yang diterima para buruh rokok ke depan dapat meningkat.
“Kita sebetulnya berusaha supaya bisa lebih dari yang mereka terima. Sekarang ini kan Rp1 juta yang diterima, harapannya bisa lebih dari itu,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan, berdasarkan ketentuan undang-undang, Pemprov Jawa Timur sebelumnya memperoleh alokasi DBHCHT sebesar 3 persen. Namun pada tahun ini porsinya berkurang menjadi 1 persen.
“Mestinya tahun lalu menurut undang-undang Pemprov itu dapat 3 persen, tahun ini kita dikurangi hanya 1 persen. Kalau misal dapat 3 persen, bukan hanya angkanya yang naik tapi penerimanya juga naik,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan penyaluran BLT DBHCHT di daerahnya telah dimulai sejak 13 Mei 2026. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif.
Selain itu, Wahono juga mengapresiasi keberadaan industri rokok yang dinilai berperan besar dalam membuka lapangan pekerjaan dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
“Pelaku industri rokok mampu beradaptasi. Mari terus menjaga legalitas dan bersama mengurangi peredaran rokok ilegal serta memperhatikan hak tenaga kerja,” tandasnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyebut mayoritas penerima bantuan merupakan perempuan pekerja linting rokok dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Mereka adalah perempuan tangguh. Hari ini menjadi titik kelima Gubernur Khofifah menyalurkan BLT DBHCHT,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinsos Jatim, total penyaluran BLT DBHCHT tahun 2026 mencapai Rp10,324 miliar untuk 65 pabrik di 25 kabupaten/kota. Khusus Kabupaten Bojonegoro, bantuan yang disalurkan mencapai Rp901 juta untuk sembilan pabrik rokok.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Kareb Alam Sejahtera MPS Dander, Sri Yadi Purnomo mengungkapkan pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam bidang pendidikan bagi pekerja.
“Sebanyak 50 mahasiswa S1 berasal dari buruh linting rokok koperasi Kareb, sedangkan untuk jenjang S2 ada delapan orang,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Senin pagi, Khofifah juga melakukan peninjauan harga kebutuhan pokok di Pasar Baru Banjarejo Bojonegoro menjelang Hari Raya Iduladha. [lim/beq]






