Ringkasan Berita:
- Pemkab Lamongan menggelar ziarah leluhur menjelang puncak HJL ke-457.
- Ziarah dilakukan di sejumlah makam tokoh pendahulu Lamongan.
- Bupati Yuhronur menyebut HJL sebagai pengingat amanah kepemimpinan.
- Puncak perayaan digelar melalui Kirab Budaya dan Pasamuan Agung.
Lamongan (beritajatim.com) – Puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 Tahun 2026 diawali dengan tradisi ziarah dan tabur bunga ke makam para leluhur serta tokoh pendahulu Lamongan.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan tersebut berlangsung sejak Minggu (24/5/2026) di sejumlah makam leluhur yang tersebar di berbagai kecamatan.
Beberapa lokasi ziarah berada di Kecamatan Paciran, Karangbinangun, Deket, Sugio, Turi, Maduran, Lamongan, Mantup, hingga Glagah.
Rangkaian ziarah dilanjutkan pada Senin (25/5/2026) di makam Mbah Sabilan, Mbah Punuk, dan Mbah Lamong di Kelurahan Tumenggungan.
Kegiatan itu diikuti Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, serta jajaran Forkopimda.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengatakan Hari Jadi Lamongan menjadi pengingat atas amanah kepemimpinan yang diwariskan para pendahulu daerah.
Menurutnya, peringatan HJL berangkat dari momentum dilantiknya Tumenggung Surajaya atau Ranggahadi (Mbah Lamong) oleh Sunan Giri IV atau Sunan Prapen sebagai Adipati Lamongan pertama.
“Peringatan HJL menjadi pengingat atas amanah kepemimpinan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Pak Yes.
Ia menegaskan, peringatan Hari Jadi Lamongan juga menjadi momentum menjaga jati diri masyarakat agar tetap santun, berbudaya, dan menjunjung nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
“Melalui peringatan Hari Jadi ini, kita terus berkomitmen menjadikan Lamongan semakin megilan, semakin jaya, serta membawa kesejukan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, puncak peringatan HJL ke-457 dijadwalkan berlangsung Selasa (26/5/2026) melalui agenda Kirab Budaya dan Pasamuan Agung.
Berbagai pertunjukan seni dan tradisi budaya Nusantara akan ditampilkan sepanjang rute kirab dari Gedung DPRD Lamongan menuju Pendopo Lokatantra.
Kesenian yang bakal tampil di antaranya Reog, Barongsai, Jaran Jenggo, Drum Band, Karawitan Campursari, hingga sendratari untuk menghibur masyarakat Lamongan. [fak/beq]






