Ringkasan Berita:
- SPPG Bumdesma Lestari Mandiri Kedungbanteng resmi beroperasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis di Malang Selatan.
- Produksi awal dapur SPPG dibatasi 500 porsi per hari dan akan ditingkatkan bertahap hingga 3.000 porsi.
- Program MBG menyasar peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan.
Malang (beritajatim.com) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Lestari Mandiri di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, resmi mulai beroperasi pada Sabtu (23/5/2026).
Kehadiran dapur SPPG ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka malnutrisi dan stunting di Indonesia.
SPPG Kedungbanteng berada di wilayah Malang Selatan dengan jarak tempuh sekitar 40 kilometer lebih dari pusat pemerintahan Kabupaten Malang di Kepanjen. Operasional dapur gizi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Kedungbanteng dan diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, serta unggul demi mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
SPPG Kedungbanteng berada di bawah naungan LKD Darul Huda. Mitra SPPG Bumdesma Lestari Mandiri Desa Kedungbanteng, H. Abdul Rahman atau yang akrab disapa Abah Dur menjelaskan, setelah peluncuran dapur SPPG, program akan dilanjutkan dengan pengoperasian di sejumlah titik sasaran.
“Untuk titik sasaran program MBG ini sementara kami fokuskan di Desa Kedungbanteng. Kedepannya, semoga bisa melebar ke wilayah Desa tetangga seperti Desa Tambakasri sebelah barat, termasuk Desa Sitiarjo,” Abah Dur, Minggu (24/5/2026).
Pada tahap awal operasional, kapasitas produksi dapur SPPG dibatasi maksimal 500 porsi per hari. Pembatasan tersebut dilakukan selama masa uji coba guna memastikan kualitas, higienitas, dan keamanan makanan sebelum kapasitas ditingkatkan secara bertahap.
“Nanti setelah berjalan bisa naik menjadi 1000 porsi. Dan naik lagi ke titik 1.500 porsi, hingga mencapai jumlah maksimal sebanyak 3000 porsi,” tegasnya.
Abah Dur menambahkan, penerima manfaat program MBG tidak hanya menyasar empat kelompok utama secara nasional, yakni peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga para guru serta tenaga kependidikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional atas kepercayaan yang diberikan kepada Bumdesma Lestari Mandiri sebagai mitra penyalur program MBG.
“Kami telah dipercaya sebagai Mitra SPPG untuk menyalurkan program MBG ini. Kami juga berharap dukungan dari semua pihak untuk kiranya tanpa segan-segan dalam memberikan saran, kritik demi kebaikan agar pelaksanaan SPPG Kedungbanteng ini bisa berjalan sesuai harapan,” ucap Abah Dur yang pernah menjabat Ketua DPC PKB sekaligus anggota DPRD Kabupaten Malang itu.
Sementara itu, Koordinator SPPG Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Ahmad Tri Mahfudin berharap operasional SPPG Lestari Mandiri Kedungbanteng dapat berjalan berkelanjutan dengan tetap menjaga mutu, kualitas, dan standar keamanan pangan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
Menurut Mahfudin, keberadaan dapur SPPG di Desa Kedungbanteng diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di wilayah Kedungbanteng dan desa-desa sekitarnya. [yog/suf]






