Ringkasan Berita:
- Mahasiswi Unair menciptakan inovasi kandang pintar bernama Sapi Teduh.
- Teknologi ini dirancang untuk mengatasi stres panas pada sapi Friesian Holstein.
- Sistem bekerja otomatis menggunakan sensor IoT dan kecerdasan buatan.
- Inovasi tersebut meraih juara dua nasional dalam kompetisi World Milk Day 2026.
Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswi Universitas Airlangga atau Unair menciptakan inovasi kanopi kandang pintar berbasis tenaga surya untuk mengatasi penurunan produksi susu sapi akibat cuaca panas ekstrem.
Gagasan ilmiah bertajuk “Sapi Teduh” tersebut berhasil meraih juara dua nasional dalam kompetisi World Milk Day 2026 yang digelar di Universitas Padjadjaran.
Inovasi ini secara khusus menyasar sapi jenis Friesian Holstein yang dikenal rentan mengalami stres akibat suhu tinggi di wilayah tropis seperti Indonesia.
Sistem kanopi pintar bekerja memantau kondisi cuaca mikro melalui sensor suhu dan kelembaban berbasis teknologi Internet of Things (IoT).
Ketika suhu kandang meningkat melewati batas kenyamanan sapi, sistem otomatis akan mengaktifkan pendingin tanpa perlu intervensi manual dari peternak.
Perancang sistem, Dea Vania Natalie menjelaskan, keunggulan utama Sapi Teduh terletak pada integrasi sistem pintar yang tidak hanya mendinginkan kandang, tetapi juga memantau kondisi ternak secara individual.
“Nilai kebaruan dari Sapi Teduh ada pada integrasi sistemnya. Tidak hanya mendinginkan kandang, sistem ini juga mampu memantau ternak secara individual,” kata Dea, Sabtu (23/5/2026).

Perangkat tersebut dirancang hemat biaya operasional karena menggunakan energi matahari sebagai sumber daya utama untuk menggerakkan seluruh komponen sistem.
Selain itu, desain kanopi dibuat portabel sehingga mudah diterapkan pada peternakan rakyat yang memiliki keterbatasan lahan maupun modal usaha.
“Ketika sensor mendeteksi kenaikan suhu di atas ambang batas kenyamanan sapi, sistem akan mengaktivasi kipas embun atau ventilasi otomatis secara presisi,” tambahnya.
Menurut Dea, sektor peternakan rakyat saat ini membutuhkan teknologi adaptif yang efisien untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Konsep ramah lingkungan yang diterapkan dalam inovasi tersebut menjadi bukti bahwa teknologi modern kini mulai dapat dijangkau oleh peternak kecil.
Selain membantu menjaga kenyamanan ternak, teknologi kandang pintar berbasis energi terbarukan ini diharapkan mampu mempertahankan produktivitas susu sapi perah di tengah cuaca panas yang semakin tidak menentu. [ipl/beq]






