Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep memastikan terus mengintensifkan monitoring dan pengecekan hewan kurban yang dijual.
“Semakin dekat hari ‘H’ Idul Adha, pemantauan yang kami lakukan semakin intensif, baik ke lapak-lapak penjualan hewan kurban, maupun ke pasar-pasar hewan,” kata Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, Kamis (21/06/2026).
Menurutnya pemantauan kondisi hewan kurban tidak hanya dilakukan di wilayah daratan. Di wilayah kepulauan pun juga dilakukan pantauan serupa.
“Kami punya petugas di Pulau Sepudi dan Pulau Kangean. Mereka juga melakukan monitoring dan pengecekan kesehatan hewan kurban di pulau,” terangnya.
Menurutnya, sampai saat ini tidak ditemukan adanya penyakit berbahaya pada hewan kurban yang dijual di lapak dan pasar. Sedangkan untuk PMK di Sumenep sejauh ini telah terkendali.
“Sebagian besar hewan kurban yang dijual ini memenuhi syarat, yakni sehat dan layak untuk disembelih. Tetapi masyarakat tetap harus hati-hati dan memperhatikan betul, apakah yang akan dibeli itu sudah memenuhi syarat untuk hewan kurban atau belum,” terangnya. (tem/but)






