Ringkasan Berita:
- Pemkab Mojokerto serahkan 147 SK pengangkatan, perpanjangan, dan mutasi guru sebagai kepala sekolah.
- Bupati Gus Barra menekankan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan penggerak perubahan.
- Pendidikan karakter menjadi fokus utama di tengah kemajuan teknologi dan AI.
Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan objektivitas di sektor pendidikan melalui penyerahan Petikan Keputusan Bupati Mojokerto tentang Pengangkatan, Perpanjangan Penugasan, dan Mutasi Guru sebagai Kepala Sekolah.
Acara ini digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) dengan menghadirkan 147 tenaga pendidik yang menerima surat keputusan (SK) secara langsung dari Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan selalu mengacu pada aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Saya pastikan saya tidak akan pernah menerima hal yang dilarang oleh undang-undang. Marilah kita jaga bersama marwah pendidikan ini, jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan penuh integritas. Selamat bekerja dan mengabdi untuk kemajuan pendidikan di daerah kita,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Gus Barra juga menyoroti perubahan peran kepala sekolah di era pendidikan modern. Kepala sekolah kini tidak hanya berkutat pada urusan administrasi, tetapi juga dituntut menjadi pemimpin pembelajaran sekaligus penggerak perubahan di lingkungan sekolah.
“Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Kepala sekolah hari ini tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola administrasi sekolah, tetapi harus menjadi pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, sekaligus penjamin mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing,” jelasnya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membentuk mental dan karakter generasi muda.
“Pendidikan ini bukan hanya tentang mentransfer keilmuan. Yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan anak-anak yang berkarakter, berakhlakul karimah, dan percaya terhadap kemampuan dirinya,” tambah Gus Barra.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, menjelaskan bahwa dari total 147 penerima SK tersebut, 37 guru mendapat promosi sebagai kepala sekolah, 78 guru menerima perpanjangan penugasan, dan 32 guru menjalani mutasi dengan penugasan sebagai kepala sekolah.
“Total penerima SK Bupati Mojokerto penugasan sebagai kepala sekolah adalah sebanyak 147 orang,” jelasnya. [tin/suf]






