RINGKASAN BERITA:
- PPIH Arab Saudi merombak kamar dan toilet hotel di Sektor 2 Makkah dengan memasang pegangan besi khusus lansia.
- Setiap hotel pemondokan diwajibkan menyediakan minimal 10 unit kursi roda beserta akses ramah ramp.
- Tim Landis menggelar visitasi rutin guna menjamin pemenuhan empat kebutuhan dasar jemaah risiko tinggi.
Makkah (beritajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memodifikasi fasilitas kamar dan toilet hotel bagi jemaah lanjut usia (lansia) serta disabilitas di Makkah guna menjamin keselamatan fisik selama masa operasional ibadah haji 1447 H/2026 M.
Langkah rekayasa interior ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan proteksi berlapis bagi kelompok rentan demi mendorong kemandirian ibadah secara optimal.
Langkah taktis perwujudan ekosistem haji ramah lansia ini diperketat di Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Makkah menyusul berkumpulnya 175.682 jemaah reguler Indonesia di Kota Suci.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, penataan infrastruktur pemondokan ini sangat krusial untuk melindungi jemaah dari risiko kelelahan fisik di tengah paparan suhu panas Makkah yang kini menyentuh angka ekstrem 44 derajat Celsius.
Kondisi cuaca menyengat tersebut memaksa otoritas memperketat standar kelayakan 152 hotel aktif di Makkah, terutama bagi jemaah risiko tinggi (risti) asal berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Embarkasi Surabaya/SUB).
Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daker Makkah, Mohammad Anang Firdaus, mengungkapkan kesiapan ini mencakup pemenuhan fasilitas fisik hotel hingga pemenuhan kebutuhan non-fisik jemaah secara berkala.
Fokus utama pembenahan interior berpusat pada penambahan fitur keselamatan di area kamar mandi dan tempat tidur. Di setiap kamar jemaah lansia, petugas memastikan telah terpasang handling atau pegangan besi pengaman khusus.
“Fasilitas handling ini bisa dibuka-tutup dan disesuaikan naik-turunnya. Keberadaan pegangan ini sangat krusial untuk membantu lansia agar bisa beraktivitas,” ujar Anang kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (17/05/2026).
Selain peningkatan aspek keamanan toilet, setiap hotel di Sektor 2 diwajibkan menyediakan minimal 10 unit kursi roda untuk mempercepat mobilisasi darurat. PPIH juga memastikan ketersediaan akses jalur landai (ramp) yang ramah kursi roda mulai dari titik turun bus shalawat hingga pintu lobi hotel.
Di samping itu, petugas giat mengedukasi jemaah mandiri yang sehat agar ikut peduli membantu sesama jemaah yang memiliki keterbatasan gerak.
Guna mengantisipasi potensi jemaah risti terlantar selama masa tinggal yang panjang di Makkah, Tim Landis Sektor 2 meluncurkan program Visitasi Hotel secara berkala. Melalui skema pemantauan melekat ini, petugas memastikan empat pilar kebutuhan dasar jemaah terpenuhi tanpa celah.
Pilar pertama menyasar kebutuhan biologis, di mana petugas memastikan pasokan nutrisi katering disajikan sesuai kemampuan kunyah jemaah, seperti penyediaan bubur halus bagi lansia tertentu. Sektor juga aktif mendistribusikan logistik medis tambahan berupa popok dewasa (pampers), underpad, dan tisu basah secara gratis ke tiap kamar.
Pilar kedua dan ketiga berfokus pada pemenuhan aspek psikologis dan sosiologis. Petugas secara persuasif memberikan motivasi spiritual untuk menjaga ketenangan pikiran jemaah, memfasilitasi panggilan video (video call) ke tanah air guna meredam kerinduan keluarga, serta menjembatani komunikasi antarjemaah agar tidak timbul pengotakan atau rasa terisolasi.
Sementara pada pilar keempat, petugas mengawal penuh pemenuhan hak kebutuhan religi jemaah lansia. Tim Landis mendampingi langsung seluruh prosesi ibadah wajib, termasuk pengawalan umrah wajib, agar berjalan aman, sah secara syariat, serta minim risiko cedera sebelum pendorongan massal menuju Armuzna dimulai pada 25 Mei mendatang. [ian/MCH]






