Pasuruan (beritajatim.com) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau langsung percepatan renovasi Jembatan Bok Wedi yang terletak di Kelurahan Blandongan, Kota Pasuruan. Proyek strategis di jalur nasional ini diharapkan dapat segera dioperasikan demi menjamin kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur.
Pemerintah menaruh perhatian besar pada penyelesaian infrastruktur ini agar tidak terjadi kemacetan panjang saat memasuki periode libur akhir tahun. Percepatan pengerjaan di lapangan terus dipacu guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan yang menghubungkan wilayah Surabaya menuju Probolinggo.
“Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai lebih cepat agar dapat difungsikan sebelum arus Natal dan Tahun Baru 2027 mendatang,” ujar Menteri PU, Dody Hanggodo, Minggu (17/5). Ia menegaskan bahwa Jembatan Bok Wedi memiliki peran vital sebagai urat nadi transportasi nasional yang tidak boleh terhambat terlalu lama.
Rekonstruksi total ini dilakukan dengan mengubah desain struktur jembatan menjadi lebih tinggi dibandingkan bangunan sebelumnya. Langkah teknis tersebut diambil sebagai solusi permanen untuk mengatasi masalah banjir tahunan yang sering melumpuhkan akses jalan raya di kawasan tersebut.
“Jembatan baru dibangun lebih tinggi tiga meter dari titik awal agar aliran air dapat mengalir lancar ke hilir saat hujan deras dan meminimalisir banjir,” tambah Dody di sela-sela peninjauannya. Dengan elevasi yang baru, diharapkan luapan air sungai tidak lagi mencapai badan jalan yang selama ini merusak aspal dan menghentikan lalu lintas.
Kondisi Jembatan Bok Wedi yang lama dinilai sudah tidak memadai karena posisinya yang terlalu rendah sehingga menyumbat aliran sampah dan air. Perbaikan ini menjadi jawaban atas keluhan para pengguna jalan yang sering terjebak kemacetan total saat cuaca ekstrem melanda wilayah hulu Pasuruan.
Menteri PU berharap pengerjaan fisik dapat rampung sepenuhnya pada kisaran September hingga Oktober mendatang sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kualitas bangunan tetap terjaga meski progres pengerjaan dilakukan lebih cepat dari jadwal semula. (ada/aje)





