Ringkasan Berita
DJP Jawa Timur I melakukan kunjungan ke STIAMAK Barunawati Surabaya untuk memantapkan kerja sama Tax Center. Kolaborasi ini mencakup pembentukan struktur pengurus yang melibatkan mahasiswa, program Relawan Pajak (Renjani), penyuluhan SPT, edukasi sistem Coretax, hingga peluang magang bagi mahasiswa di lingkungan Kanwil DJP Jatim I. Tujuannya adalah menjadikan kampus sebagai pusat literasi perpajakan bagi akademisi dan masyarakat umum.
——————————————-
Surabaya (beritajatim.com) – Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I resmi memperkuat jalinan kolaborasi dengan STIAMAK Barunawati Surabaya melalui optimalisasi fungsi Tax Center. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjadikan kampus sebagai pusat edukasi perpajakan sekaligus wadah pengembangan kompetensi mahasiswa di dunia profesional.
Kunjungan koordinasi yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) ini dihadiri oleh tim Kanwil DJP Jatim I yang dipimpin oleh Suharnik (Kasi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat), serta disambut langsung oleh Ketua STIAMAK Barunawati, Dr. Gugus Wijonarko, MM.
Poin krusial dalam pemantapan kerja sama ini adalah pelibatan aktif mahasiswa dalam struktur pengurus Tax Center. Tidak hanya sekadar organisasi kampus, mahasiswa diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam berbagai program nasional DJP.
“Mahasiswa STIAMAK memiliki peluang besar untuk magang di lingkungan Kanwil DJP Jatim I dan bergabung dalam program Renjani (Relawan Pajak untuk Negeri),” ujar Suharnik.
Ia menambahkan bahwa ke depannya, Tax Center STIAMAK diharapkan mampu melayani penyuluhan pajak, asistensi pelaporan SPT, hingga edukasi sistem terbaru, Coretax.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Gugus Wijonarko menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaik guna diseleksi menjadi relawan pajak. Beliau juga mendorong agar DJP menyediakan skema magang yang terstruktur bagi mahasiswa.
“Harapan kami, DJP dapat menghadirkan program magang formal serupa dengan skema Magenta di BUMN atau Magang Mandiri. Ini penting agar mahasiswa kami mendapatkan pengalaman kerja nyata yang relevan dengan kebutuhan industri dan negara,” tegas Gugus.[rea]






