Ringkasan Berita:
- PT Dharma Lautan Utama resmi genap berusia 50 tahun.
- DLU mencatat angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar dengan zero accident.
- Perusahaan kini mengoperasikan 41 lintasan reguler dan 11 lintasan perintis.
- DLU menghadirkan konsep kapal laut premium layaknya hotel berjalan.
Surabaya (beritajatim.com) – PT Dharma Lautan Utama resmi menginjak usia emas ke-50 tahun sebagai salah satu perusahaan transportasi laut terbesar di Indonesia. Momentum tersebut dirayakan melalui acara Penganugerahan Mitra Usaha dan Pelanggan 2026 yang digelar di Vasa Hotel Surabaya, Jumat (15/5/2026) malam.
Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Poedjono, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang perusahaan yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai krisis moneter 1998 hingga dinamika ekonomi global saat ini.
Menurut Erwin, capaian tersebut semakin lengkap setelah DLU sukses melayani angkutan mudik Lebaran 2026 dengan catatan keselamatan yang baik.
“DLU menurunkan 50 armada kapal pada mudik kemarin. Alhamdulillah, pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan lancar dengan tingkat kepuasan masyarakat yang baik serta mencatatkan zero accident,” ujar Erwin di hadapan jajaran Kementerian Perhubungan, Pemprov Jawa Timur, dan DPR RI.
Perjalanan DLU dimulai dari sebuah kapal bernama KMP Jokodole yang dioperasikan almarhum Soekarno bersama almarhumah Sutakini Soekarno pada 15 Februari 1976 dengan rute perdana Jokotole-Madura.
Kini, setelah lima dekade berlalu, DLU berkembang menjadi operator pelayaran besar yang mengoperasikan 41 lintasan angkutan laut dan 11 lintasan perintis di berbagai wilayah Indonesia.
Tak hanya mengutamakan transportasi, DLU juga menghadirkan konsep pelayanan premium dengan mengubah kapal laut menjadi layaknya “hotel berjalan”.
Di dalam kapal, penumpang disediakan berbagai fasilitas modern mulai reclining seat, ruang menyusui, ruang bermain anak, panggung live music dan karaoke, hingga layanan potong rambut serta laundry gratis.
Selain kenyamanan, perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pelayaran. Seluruh armada DLU disebut telah memenuhi standar internasional SOLAS yang mengacu pada International Maritime Organization dan pengawasan berbasis ISM Code.
Perayaan ulang tahun ke-50 ini juga dimanfaatkan manajemen untuk menyampaikan evaluasi serta harapan terhadap pengembangan industri pelayaran nasional ke depan.
Meski bisnis perusahaan terus tumbuh hingga merambah sektor properti dan agribisnis, Erwin berharap sinergi antara pemerintah dan operator pelayaran tetap terjaga.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah dan operator tetap sekokoh karang,” tuturnya. [tok/beq]






