Jember (beritajatim.com) – Diangkat menjadi Pejabat Sekretaris Daerah, Achmad Imam Fauzi akan mendisplinkan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang menghambat program Bupati Muhammad Fawait.
“Keyword-nya adalah akselerasi. Akselerasi itu percepatan. Siapa yang tidak mempercepat, deep state, kita selesaikan. Deep state karena memperlambat (program kerja Bupati Fawait) nanti kita bereskan, kita evaluasi semuanya,” kata Fauzi, usai dilantik Bupati Muhammad Fawait, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026).
Deep state atau negara dalam negara adalah jaringan kekuasaan tersembunyi, terdiri dari elemen birokrasi, militer, atau intelijen, yang beroperasi independen dari pemerintahan resmi untuk mengamankan agenda tersendiri.
Fauzi juga akan mengevaluasi pelaksanaan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2026 dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2027.
“Keyword-nya adalah akselerasi. Musuh percepatan adalah perlambatan. Perlambatan itu biasanya aspek kapasitas sumber daya manusia dan sebagainya. Nanti kita bereskan semuanya. Jadi no way deep state,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember ini.
Sebelumnya, Bupati Fawait meminta Fauzi untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan. Selama ini Jember sudah sangat kondusif untuk para birokrat membantunya mencapai serangkaian yang dicanangkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). “Ke depan kita perlu percepatan. Itu menjadi tugas pejabat sekda baru,” katanya.
Fawait menekankan bahwa tidak boleh ada yang terlewatkan dalam perencanaan pembangunan. “Saya berharap ada pengawalan dalam proses perencanaan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026 dan APBD 2027,” katanya. [wir/aje]






