Ringkasan Berita:
- Satpol PP dan Damkar Bondowoso menggelar pelatihan kebakaran di Klinik Al Fatih.
- Tenaga medis dilatih penggunaan APAR dan penanganan kebocoran gas.
- Peserta mengikuti simulasi pemadaman api secara langsung di lapangan.
- Pelatihan bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menghadapi darurat.
Bondowoso (beritajatim.com) – Suasana di Aula Klinik Al Fatih Kabupaten Bondowoso pada Selasa (12/5/2026) pagi tampak berbeda dari biasanya. Puluhan tenaga medis dan staf tidak hanya menjalankan aktivitas pelayanan kesehatan, tetapi juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran dan kebocoran gas yang bisa terjadi sewaktu-waktu di lingkungan fasilitas kesehatan.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Bondowoso sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat.
Sejak pukul 09.00 WIB, para peserta diberikan pembekalan terkait prosedur dasar penanganan kebakaran serta teknik penyelamatan awal sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Satpol PP dan Damkar Bondowoso, Martanto, menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi terhadap potensi kebakaran maupun kebocoran gas, sehingga membutuhkan kesiapan khusus dari seluruh personel.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap personel di Klinik Al Fatih memiliki insting yang kuat. Mereka harus tahu dasar pemadaman api ringan dan tidak boleh panik saat melihat kebocoran gas. Kecepatan mereka dalam bertindak adalah kunci sebelum tim pemadam tiba di lokasi,” ujar Martanto.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali keterampilan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis powder serta teknik pemadaman manual menggunakan karung goni basah sebagai langkah darurat.
Tidak hanya itu, materi penanganan kebocoran gas juga menjadi fokus penting dalam pelatihan untuk meminimalkan risiko ledakan yang dapat membahayakan pasien maupun tenaga medis.
Puncak kegiatan berlangsung saat sesi simulasi lapangan, di mana para tenaga medis diuji langsung menghadapi api buatan dalam tong simulasi.
Dengan penuh antusias dan keberanian, peserta mencoba memadamkan api menggunakan APAR maupun metode tradisional sesuai prosedur keselamatan yang telah diajarkan.
Melalui pelatihan ini, Satpol PP dan Damkar Bondowoso berharap Klinik Al Fatih dapat menjadi fasilitas kesehatan yang lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi situasi darurat.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat rasa aman bagi tenaga medis maupun pasien yang mendapatkan pelayanan di klinik tersebut. [awi/beq]






