Ringkasan Berita:
- Kemenhaj Bondowoso menemukan madu, telur ayam kampung, dan helbeh dalam barang bawaan jemaah haji.
- Barang-barang tersebut umumnya dibawa untuk menjaga stamina selama ibadah di Tanah Suci.
- Helbeh, benda tajam, vape, dan cairan berlebih dilarang masuk kabin pesawat.
- Jemaah diimbau mematuhi aturan maskapai agar barang tidak disita saat pemeriksaan.
Bondowoso (beritajatim.com) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bondowoso mengungkap sejumlah barang unik yang kerap dibawa calon jemaah haji menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, mulai dari madu botolan, telur ayam kampung, hingga cairan herbal khas Arab bernama helbeh.
Temuan tersebut muncul dalam proses pemeriksaan barang bawaan jemaah dan menjadi perhatian petugas karena dianggap tidak biasa, meski sebagian besar dibawa untuk kebutuhan pribadi terkait stamina selama pelaksanaan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Astono, mengatakan barang-barang tersebut umumnya dibawa jemaah laki-laki sebagai persiapan menjaga kebugaran fisik.
“Tidak banyak memang, tapi ada beberapa jemaah yang membawa madu botolan, telur ayam kampung dan cairan tertentu untuk stamina,” kata Astono, Selasa (12/5/2026).
Salah satu barang yang paling menarik perhatian adalah helbeh, ramuan tradisional khas Arab yang dikenal luas sebagai penambah stamina pria.
“Helbeh itu obat kuat khas orang Arab, khususnya Ba’lawi di Indonesia,” ujarnya sambil berkelakar.
Menurut Astono, sebagian jemaah mempersiapkan bahan-bahan tersebut untuk menjaga stamina setelah rangkaian ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) selesai.
Setelah tahapan tersebut berakhir dan jemaah telah keluar dari kondisi ihram, hubungan suami istri diperbolehkan kembali sehingga beberapa jemaah mempersiapkan kebutuhan kebugaran mereka.
Meski demikian, Astono menegaskan bahwa helbeh tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kabin pesawat karena termasuk cairan dan memiliki aroma cukup menyengat.
“Helbeh dilarang karena termasuk cairan dan aromanya cukup menyengat,” jelasnya.
Selain helbeh, barang lain dengan aroma tajam seperti durian dan terasi juga tidak diizinkan selama penerbangan.
Kemenhaj Bondowoso juga mengingatkan bahwa benda tajam seperti pisau, gunting, cutter, serta alat berbahaya lainnya dilarang keras dibawa dalam tas kabin.
Untuk cairan pribadi seperti shampo, sabun, atau perlengkapan mandi lainnya, aturan maksimal tetap 100 mililiter per kemasan.
Astono menyarankan jemaah menggunakan perlengkapan mandi kemasan sachet agar lebih praktis dan tidak berisiko disita petugas bandara.
“Kalau shampo botolan biasanya mubazir karena pasti disita juga,” katanya.
Bagi jemaah pria yang merokok, seluruh jenis korek api, vape, dan rokok elektrik juga tidak diperbolehkan.
Sementara itu, power bank masih diizinkan dengan kapasitas maksimal 20.000 mAh dan wajib disimpan di tas kabin.
Untuk rokok konvensional, batas maksimal yang diperbolehkan adalah 200 batang atau sekitar dua slop per orang.
Menurut Astono, berbagai temuan barang unik tersebut sering kali memancing gelak tawa petugas embarkasi saat pemeriksaan berlangsung.
“Kadang petugas sampai tertawa juga melihat barang-barang yang dibawa untuk stamina itu,” pungkasnya. [awi/beq]






