Ringkasan Berita:
- Harga sapi di Pasar Kerek Tuban naik Rp1 juta hingga Rp1,5 juta jelang Iduladha 2026.
- Harga sapi kurban kini berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp23,5 juta per ekor.
- Pembeli didominasi dari Jawa Tengah dan sejumlah daerah di Jawa Timur.
- Lokasi strategis Pasar Kerek menjadikannya pusat perdagangan sapi regional Jatim-Jateng.
Tuban (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga penjualan hewan ternak sapi di Pasar Hewan Kerek, Kabupaten Tuban, mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor dibandingkan hari biasa.
Kenaikan harga ini mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya permintaan pasar hewan kurban dari berbagai daerah.
Petugas Pasar Hewan Sapi Kecamatan Kerek, Hanto (51), mengatakan lonjakan harga mulai terjadi mendekati musim kurban.
“Sudah naik kemarin Rp 1 juta, sekarang Rp 1,5 juta,” ujar Hanto, Senin (11/05/2026).
Menurutnya, harga sapi untuk kebutuhan kurban saat ini berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp23,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas ternak.
“Harganya tidak sampai Rp 25 juta,” tambahnya.
Kenaikan harga tersebut dinilai masih dalam batas normal mengingat tren tahunan menjelang Iduladha yang selalu diiringi peningkatan permintaan hewan kurban.
Pasar Kerek sendiri dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan sapi strategis di wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Pembeli sapi di pasar ini tidak hanya berasal dari Tuban, tetapi juga didominasi dari luar daerah seperti Rembang, Pekalongan, Brebes, hingga Lamongan.
“Sapi yang dijual ini sapi lokal Tuban sini aja,” jelas Hanto.
Sementara itu, pedagang sapi asal Kecamatan Semanding, Tuban, Eswanto, menilai kenaikan harga menjelang Iduladha merupakan kondisi yang lazim terjadi setiap tahun.
“Ya naiknya sekitar Rp 1 juta itu, tapi ya baru-baru ini naiknya,” kata Eswanto.
Ia menyebut posisi geografis Pasar Kerek yang berada di jalur strategis antara Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi salah satu faktor utama tingginya aktivitas perdagangan sapi.
“Posisinya di tengah-tengah jadi ya banyak yang beli di sini,” pungkasnya. [dya/beq]






