RINGKASAN BERITA:
- Badan Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memprakirakan hujan akan mengguyur Makkah pada 10 dan 11 Mei 2026.
- Suhu udara di Kota Suci hari ini diprediksi mencapai puncaknya di kisaran 38 hingga 40 derajat Celsius pada siang hari.
- Kelembaban udara meningkat hingga 46 persen yang memicu kondisi lebih lembab dibandingkan hari-hari sebelumnya.
- Jemaah haji diminta menjaga asupan cairan guna mengantisipasi risiko dehidrasi di tengah fluktuasi cuaca ekstrem.
Makkah (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Center of Meteorology (NCM) memprakirakan Kota Makkah akan diguyur hujan pada hari ini, Minggu (10/5/2026). Meski terdapat potensi hujan, suhu udara di Kota Suci tersebut diprediksi tetap bertahan pada level ekstrem dengan titik tertinggi mencapai 40 derajat Celsius pada siang hari.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, perubahan cuaca ini terjadi saat jutaan jemaah haji dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mulai memadati Makkah. Berdasarkan pantauan Early Warning System (EWS) Kemenhaj RI, suhu pada pagi hari tercatat berada di kisaran 29°C dan terus merangkak naik tajam menjelang tengah hari.
Pihak NCM melalui situs resminya menyebutkan bahwa suhu terendah di Makkah berada pada angka 27°C. Namun, kelembaban udara diproyeksikan meningkat hingga 46 persen. Kondisi ini membuat udara terasa lebih gerah dan lembab, yang diprediksi akan berlangsung hingga Senin (11/5/2026) besok.
Meskipun potensi hujan memberikan harapan akan suasana yang lebih sejuk, tingkat kelembaban rata-rata yang mencapai 37 hingga 46 persen justru membawa risiko tersendiri bagi kesehatan jemaah.
Udara yang lebih lembab dibandingkan hari-hari sebelumnya dapat mempercepat penguapan cairan tubuh tanpa disadari, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi bagi jemaah yang beraktivitas di luar ruangan maupun di area Masjidil Haram.
Data dari AccuWeather menunjukkan bahwa suhu akan sedikit menurun pada sore hari ke kisaran 37°C, dan mencapai 33°C pada malam hari. Sementara itu, kecepatan angin di Makkah terpantau relatif ringan dengan rata-rata hanya 11 kilometer per jam, yang tidak cukup kuat untuk meredam hawa panas yang menyengat.
Kondisi cuaca ini menjadi peringatan penting bagi jemaah haji, khususnya Gelombang II yang baru saja tiba dari Jeddah dan sedang melaksanakan umrah wajib. Hingga saat ini, total jemaah haji Indonesia yang telah berada di Arab Saudi mencapai 117.452 orang, di mana sebagian besar kini sudah terkonsentrasi di Makkah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah, terutama asal Jawa Timur seperti embarkasi Surabaya (SUB) yang terbiasa dengan cuaca panas, untuk tidak meremehkan fluktuasi suhu di Tanah Suci.
Jemaah diminta untuk tetap disiplin mengonsumsi air putih tanpa menunggu haus, menggunakan alat pelindung diri seperti payung dan semprotan air, serta membatasi aktivitas fisik di luar pemondokan pada jam-jam puncak panas antara pukul 11.00 hingga 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Selain itu, bagi jemaah yang hendak melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, disarankan untuk memanfaatkan waktu-waktu yang lebih teduh guna menghindari paparan langsung suhu 40 derajat Celsius yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Arab Saudi hari ini. Kesiapan fisik yang prima sangat dibutuhkan mengingat rangkaian puncak haji di Armuzna yang menuntut stamina tinggi akan segera tiba dalam beberapa pekan ke depan. [ian/MCH]






