Ringkasan Berita:
- Persela Lamongan menutup Championship 2025/2026 di posisi keenam Grup 2.
- Manajemen menyiapkan pembenahan finansial dan penguatan sponsorship untuk musim depan.
- Bebasnya suporter dari sanksi diharapkan meningkatkan dukungan dan pemasukan klub.
- Seleksi pemain akan diperketat demi membangun skuad lebih kompetitif.
Lamongan (beritajatim.com) – Kompetisi Championship 2025/2026 resmi berakhir, namun Persela Lamongan tidak ingin berlama-lama larut dalam evaluasi. Manajemen Laskar Joko Tingkir langsung menyiapkan langkah strategis demi menyongsong musim depan dengan persiapan yang lebih matang.
Persela mengakhiri musim ini di peringkat keenam Grup 2 dengan koleksi 41 poin hasil dari 11 kemenangan, 8 kali imbang, dan 8 kekalahan. Secara klasemen, hasil tersebut memang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi publik Lamongan, namun tetap dianggap cukup positif mengingat berbagai tantangan internal yang dihadapi sepanjang musim.
Direktur Bisnis Persela Lamongan, Praditya Aditya, menegaskan bahwa manajemen telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki fondasi klub.
“Musim ini sudah berakhir di liga, alhamdulillah kita bisa finish di peringkat 6 dan kita syukuri, kita sudah bekerja keras luar biasa,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Fokus utama Persela ke depan adalah memperkuat struktur finansial klub melalui pengembangan sponsorship dan business development yang lebih profesional.
“Dan kami untuk tahun depan akan mempersiapkan dengan lebih baik, kami sudah bangun sponsorship business development, yang di mana diisi oleh orang-orang yang memang kompeten di bidangnya,” katanya.
Praditya mengakui bahwa persoalan finansial sempat menjadi tantangan besar saat dirinya masuk ke manajemen di pertengahan musim. Namun berkat dukungan sponsor dan kerja sama internal, kondisi keuangan klub berhasil distabilkan hingga akhir kompetisi.
Selain itu, Persela juga mendapat angin segar dengan berakhirnya sanksi larangan kehadiran suporter pada musim depan. Kehadiran LA Mania dan Curva Boys kembali di stadion diyakini akan memberi dampak signifikan terhadap pemasukan tiket sekaligus motivasi tim.
“Kami berharap akan ada support system yang lebih kuat atau biasanya dinamakan pemain ke-12,” ucap Aditya.
Dari sisi teknis, Persela juga berkomitmen melakukan perbaikan komposisi pemain melalui scouting yang lebih selektif.
“Dari sisi scouting pemain, kami akan memilih pemain-pemain yang tepat, supaya Persela bisa tampil lebih baik musim depan,” tuturnya.
Manajemen menegaskan bahwa target jangka panjang Persela adalah membangun klub yang sehat secara finansial, profesional dalam pengelolaan, dan kompetitif di lapangan. Dengan pembenahan dari seluruh lini, Persela ingin menjadikan musim depan sebagai momentum kebangkitan untuk kembali bersaing di papan atas. [fak/beq]






