Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Regional Office Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menyokong nadi ekonomi kerakyatan. Hingga April 2026, BRI Surabaya tercatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp3,83 triliun kepada 89.592 debitur di berbagai wilayah kerjanya.
Langkah masif ini diambil untuk memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki bahan bakar permodalan yang cukup untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.
Regional Micro Banking Head BRI Surabaya, **Rahadi Kristiyono**, mengungkapkan bahwa penyaluran KUR kali ini sangat terfokus pada sektor-sektor yang memberikan nilai tambah langsung bagi ekonomi daerah.
* Komposisi Sektor: Sektor perdagangan, jasa, dan pertanian mendominasi dengan porsi mencapai **96,64%** dari total penyaluran.
* Titik Tertinggi: Kabupaten Lamongan tercatat sebagai wilayah dengan serapan KUR terbanyak di bawah naungan Regional Office Surabaya.
“Pembiayaan ini kami arahkan untuk mendukung aktivitas usaha produktif. Dengan akses modal yang lebih mudah, pelaku usaha di Surabaya dan sekitarnya punya peluang lebih besar untuk naik kelas, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi lokal,” ujar Rahadi.
Sejalan dengan misi Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional, BRI tidak hanya berperan sebagai penyalur dana. Rahadi menegaskan bahwa strategi “pendampingan” menjadi kunci agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkelanjutan.
“Kami tidak melepas begitu saja. Ada edukasi finansial, pelatihan usaha, hingga pendampingan digitalisasi agar pelaku UMKM bisa memanfaatkan platform online untuk ekspansi bisnis mereka,” imbuhnya.
Pencapaian di kuartal pertama 2026 ini melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya. Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu, BRI Regional Office Surabaya berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp10,88 triliun kepada lebih dari 245 ribu debitur.
Dengan fokus yang konsisten pada sektor riil dan pemberdayaan berbasis komunitas, BRI optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi inklusif yang menjawab tantangan pembangunan di tingkat lokal.[rea]






