Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tengah menyiapkan kompor plasma sebagai alternatif pengganti gas elpiji. Teknologi ini memancarkan panas menyerupai api sungguhan lewat penggunaan filamen khusus.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia merespons inovasi tersebut. Pemerintah mendorong agar teknologi ini lekas diproduksi massal untuk masyarakat luas.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Mohammad Fauzan Adziman menilai kompor plasma ini akan mampu menekan tingginya angka subsidi energi nasional.
“Dampaknya, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif,” ujar Fauzan saat berkunjung ke ITS Science Techno Park (STP), Kamis (7/5/2026).
Namun kecanggihan teknologi saja belum cukup untuk menembus pasar. Fauzan mengingatkan perlunya kesiapan pada aspek non-teknis agar produk riset kampus bisa benar-benar terserap.
“Penting bagi seorang peneliti untuk tidak berjalan sendiri. Pembiayaan, perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur skala besar harus diperhatikan,” kata Fauzan.
Pemerintah lantas berencana membentuk skema konsorsium khusus. Wadah ini akan mempertemukan berbagai pakar lintas keilmuan dan mitra industri untuk mengawal kelancaran hilirisasi produk.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Agus Muhamad Hatta memastikan kesiapan pihaknya untuk terus membangun sinergi bersama para pemangku kepentingan.
“Kehadiran kementerian dan lembaga investasi seperti Danantara diyakini mampu menjembatani celah antara prototipe riset dan produk komersial,” kata Hatta.
Selain kompor plasma, ITS juga memacu ekosistem kendaraan listrik nasional. Fasilitas laboratorium yang bersertifikasi disiapkan untuk mempercepat proses standarisasi komponen otomotif tersebut.
“Ke depan, kami memfokuskan penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan unit baru maupun program konversi kendaraan motor bakar,” jelas Hatta.
Integrasi teknologi di STP ini membuktikan keseriusan ITS di bidang semikonduktor dan inovasi masa depan. Produk-produk riset mutakhir ini diharapkan segera masuk ke jalur produksi pabrikan dalam waktu dekat. [ipl/but]






