Madinah (beritajatim.com) – Memasuki hari kedelapan pelaksanaan ibadah di Madinah, seluruh jamaah haji Kloter SUB 21 dilaporkan dalam kondisi sehat. Layanan kloter yang meliputi bimbingan ibadah hingga pelayanan kesehatan berjalan terpadu, didukung koordinasi lintas tim yang dinilai solid.
Sinergi juga terjalin erat dengan KBIHU Ar Roudhoh yang menaungi sekitar 95 persen jamaah dalam kloter tersebut. Kolaborasi tidak hanya berlangsung pada aspek teknis, tetapi juga penguatan kebersamaan antarsesama jamaah.
Ketua KBIHU Ar Roudhoh, Gus H. Habib Mustofa, dalam arahannya menekankan pentingnya keselarasan hati di antara jamaah. Pria yang juga p Pengasuh Pesantren Unggulan An Najah Darul Ulum Poncol Magetan itu mengajak seluruh anggota kloter untuk memandang satu sama lain sebagai keluarga yang saling menjaga dan menguatkan selama menjalankan ibadah haji.
“Keberhasilan haji tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan, tetapi juga dari kebersamaan yang mencerminkan kemabruran,” ujarnya, Selasa (5/5/2026)
Pesan serupa disampaikan oleh selaku pembimbing ibadah (Bimbad). Keduanya menegaskan bahwa kekompakan, disiplin, dan keikhlasan menjadi kunci utama agar rangkaian ibadah berjalan tertib dan lancar.
Sesuai jadwal, Kloter SUB 21 dijadwalkan segera bergeser ke Makkah untuk menunaikan umrah wajib. Sejumlah persiapan telah dilakukan, mulai dari pemantapan ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom), doa bersama, hingga manasik umrah yang melibatkan tim KBIHU.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jamaah lanjut usia dan disabilitas. Berdasarkan pendataan, terdapat 45 jamaah lansia yang membutuhkan kursi roda. Untuk mendukung mobilitas mereka, dibuka kesempatan relawan dari kalangan jamaah.
Hasilnya, sebanyak 48 jamaah secara sukarela mendaftar sebagai relawan pendorong kursi roda, bahkan melebihi kebutuhan yang ada. Para relawan tersebut telah dipersiapkan secara teknis maupun fisik untuk memastikan pendampingan berjalan optimal.
Kekompakan ini mendapat apresiasi dari pihak sektor yang menilai Kloter SUB 21 sebagai salah satu kloter dengan koordinasi terbaik, ditandai dengan solidaritas dan semangat kebersamaan yang tinggi.
Dengan kesiapan tersebut, seluruh jamaah diharapkan dapat menjalankan rangkaian ibadah berikutnya di Makkah dengan lancar dan penuh kekhusyukan. [fiq/aje]






