Surabaya (beritajatim.com) – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan laba bersih sebesar Rp484 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Perolehan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 26% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (yoy).
Meskipun kondisi ekonomi global dibayangi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak, ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh sekitar 5,5%. Di tengah situasi tersebut, Adira Finance mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 52% (yoy) menjadi Rp11,9 triliun.
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan ini terjadi di seluruh segmen, baik otomotif maupun non-otomotif. Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam menangkap peluang pasar secara selektif dengan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas.
Selain pertumbuhan laba, perusahaan juga mencatatkan perbaikan pada beberapa indikator keuangan utama:
* Pendapatan Total: Meningkat 7% (yoy) menjadi Rp3,2 triliun.
* Kualitas Pembiayaan: Rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross konsolidasian turun menjadi 1,9% dari sebelumnya 2,3% pada Maret 2025.
* Beban Penyisihan: Terjadi penurunan beban penyisihan penurunan nilai sebesar 7% (yoy) menjadi Rp635 miliar.
* Jumlah Pelanggan: Nasabah aktif tumbuh dari 2,0 juta menjadi 2,6 juta orang pada kuartal I-2026.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menjelaskan bahwa kinerja ini mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko yang pruden. Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 879 jaringan usaha di seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan operasionalnya.[rea]






