Kediri (beritajatim.com) – Suasana malam di Kediri berubah menjadi lautan manusia saat ribuan Persikmania tumpah ruah ke jalanan untuk mengawal kepulangan tim kebanggaan mereka, Persik Kediri. Aksi heroik ini dilakukan menyusul kemenangan krusial 3-2 yang diraih skuad Macan Putih dalam laga Derby Jawa Timur melawan Arema FC di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Minggu (3/5/2026).
Penyambutan luar biasa ini sudah dimulai sejak bus tim memasuki perbatasan Kediri – Nganjuk. Ribuan suporter dengan atribut lengkap telah bersiap mengiringi perjalanan para pemain hingga menuju Mess Persik Kediri. Konvoi panjang ini diwarnai dengan kibaran bendera kebesaran dan nyanyian penyemangat yang tak henti-hentinya bergema di sepanjang jalur protokol.
Setibanya di Mess, suasana semakin pecah. Cahaya flare merah menyala terang di tengah kegelapan malam, menciptakan pemandangan epik yang mengiringi langkah para pemain turun dari bus. Yel-yel kemenangan bersahutan, menunjukkan betapa berartinya hasil laga derby tersebut bagi para pendukung setia.
“Ini kebanggaan luar biasa bagi kami. Ini kemenangan yang sudah kita tunggu. Perjuangan pemain di lapangan terbayar, dan kami ingin merayakan langsung bersama tim saat tiba di Kediri,” kata Dwi, salah seorang Persikmania, Minggu malam.
Kapten tim Persik Kediri, Adi Eko Jayanto, tampak terharu melihat antusiasme yang begitu masif dari para pendukung. Ia menegaskan bahwa seluruh keringat yang dikeluarkan di lapangan adalah untuk mereka yang selalu setia berdiri di belakang tim, baik saat suka maupun duka.
“Kemenangan ini untuk warga Kediri dan Persikmania. Pada pertandingan berikutnya, kami akan terus bekerja keras untuk meraih hasil kemenangan, termasuk di laga home nanti menghadapi Persija Jakarta,” ucap Adi Eko di hadapan para suporter.
Kemenangan di laga derby ini tidak hanya menambah koleksi poin Persik menjadi 36 di klasemen Super League 2025/2026, tetapi juga membangkitkan moral dan kepercayaan diri tim untuk menatap laga-laga berat selanjutnya. Bagi warga Kediri, malam itu bukan sekadar perayaan kemenangan bola, melainkan perayaan identitas dan harga diri kota.
Semangat Persikmania memang tidak pernah ada duanya, apalagi kalau sudah menyangkut harga diri di laga derby. [nm/aje]






