Ringkasan Berita:
- Yogi Deri Hendrawan sukses mengembangkan budidaya lele sistem air jernih di Banyuwangi sejak 2018.
- Usahanya berkembang dari tiga kolam menjadi 50 kolam di tiga lokasi berbeda.
- Teknik air jernih menghasilkan kualitas lele unggul tanpa bau lumpur dan produksi stabil.
- Bisnis ini mampu menghasilkan panen harian hingga 1 ton dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Yogi Deri Hendrawan, berhasil membuktikan bahwa sektor perikanan mampu menjadi ladang bisnis menjanjikan melalui budidaya lele sistem air jernih. Berbekal ilmu dari Universitas Brawijaya, pria 31 tahun itu kini sukses meraup omzet ratusan juta rupiah setiap bulan dari usaha budidaya lele modern yang dikembangkannya.
Yogi memulai usahanya pada 2018 dengan hanya tiga kolam berukuran 2×5 meter. Dukungan keluarga serta bantuan fasilitas kolam dari Dinas Perikanan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadi fondasi awal perkembangan bisnisnya.
“Saya ingin menerapkan ilmu yang saya dapatkan selama kuliah. Alhamdulillah didukung penuh oleh orang tua. Bahkan di awal memulai usaha pun, saya dibantu sama ayah. Terima kasih juga atas bantuan dari Pemkab Banyuwangi,” ujarnya.
Kini, usaha budidaya lele miliknya berkembang pesat dengan total 50 kolam yang tersebar di tiga lokasi berbeda.
Keunggulan utama usaha Yogi terletak pada penerapan sistem air jernih, yakni metode budidaya dengan penggantian air kolam dua kali sehari guna menjaga kebersihan dan menekan risiko penyakit.
Selain itu, disiplin dalam pemberian pakan khusus ternak tanpa campuran tambahan turut menjaga kualitas hasil panen.
“Kualitas daging lele dari kolam kami tidak berbau lumpur serta memiliki cita rasa yang lebih disukai konsumen. Selain itu, produksi kami juga stabil karena pakannya terukur,” jelas Yogi.
Menurutnya, budidaya lele dipilih karena masa panen lebih cepat, harga jual stabil, serta permintaan pasar yang tinggi dibandingkan komoditas ikan lainnya.
Dari total kolam yang dimiliki, Yogi mampu memanen lele setiap hari dengan produksi rata-rata 6 kuintal hingga 1 ton per hari. Saat ini, hasil produksinya baru memenuhi kebutuhan pasar Banyuwangi selatan, dengan rencana ekspansi pasar dalam waktu dekat.
“Itupun baru bisa menyuplai kebutuhan wilayah Banyuwangi selatan. InsyaAllah dalam waktu dekat kami akan menambah kolam untuk memperluas cakupan pasar,” katanya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi keberhasilan Yogi sebagai inspirasi bagi generasi muda agar tidak ragu terjun ke sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan.
“Mas Yogi buktinya. Dengan budidaya lele dia bisa sukses hingga beromset ratusan juta rupiah,” ujar Ipuk.
Keberhasilan ini sejalan dengan program Jagoan Tani Banyuwangi yang mendorong anak muda mengembangkan usaha produktif berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan melalui pelatihan, pendampingan, hingga dukungan modal usaha.
Kesuksesan Yogi menjadi bukti nyata bahwa inovasi, disiplin, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan mampu mengubah sektor budidaya tradisional menjadi bisnis modern berdaya saing tinggi. [alr/beq]






