Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyoroti pengalaman timnya yang harus bertanding di tempat netral saat menghadapi Arema FC. Menurutnya, kondisi tersebut menghadirkan sejumlah dampak yang justru memengaruhi fokus dan mentalitas pemain.
Pelatih asal Portugal itu menjelaskan, bermain jauh dari home base membuat para pemain lebih berkonsentrasi penuh pada pertandingan. Mereka memahami betul sejarah rivalitas panjang antara Persebaya dan Arema, sehingga dorongan untuk meraih kemenangan menjadi semakin kuat.
Selain itu, absennya suporter di stadion juga menjadi faktor tersendiri. Namun, Tavares menilai dukungan yang diberikan sebelum keberangkatan ke Bali mampu menambah energi positif bagi tim, sekaligus menegaskan besarnya rivalitas kedua klub.
“Saya rasa saat pemain berada di dalam lapangan, mereka fokus sepenuhnya pada permainan. Mereka tahu artinya melawan Arema. Rivalitas kedua klub sangat besar dan para pendukung sudah menunjukkan hal itu kepada pemain saat latihan terakhir di Surabaya,” ucap Tavares, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut terbukti mampu membangun kepercayaan diri tim. Meski bermain di tempat netral, fokus dan kekompakan pemain, ditambah dukungan dari suporter di Surabaya, menghasilkan performa yang menggembirakan.
“Jadi saat laga dimulai, seluruh tim fokus dan melupakan apa yang terjadi di luar lapangan. Mentalitas dan sikap pemain terasa seperti bermain di stadion yang penuh,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, laga Derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 resmi dipindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan faktor keamanan (risiko tinggi) dan pertandingan digelar tanpa penonton. [kun]






