Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 300 anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Gresik menunjukkan semangat luar biasa dalam ajang Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro. Turnamen ini menjadi bukti nyata komitmen PT Freeport Indonesia dalam mendorong perkembangan sepak bola usia dini di tingkat akar rumput.
Atmosfer pertandingan terasa hidup sejak awal. Sorak sorai orang tua dan kerabat menambah semangat para pemain muda yang berlaga. Salah satu pemain, Choirul Ashar (10), penjaga gawang dari SSB Mengare, mengaku merasakan pengalaman yang tak terlupakan.
Ia bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai kiper terbaik dalam turnamen ini. “Seru dan menyenangkan, meskipun sempat tegang saat adu penalti,” ujar Ashar, Senin (27/4/2026).
Tak hanya pengalaman bertanding, para peserta juga mendapatkan hadiah berupa sepatu sepak bola gratis. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan FGT yang digelar rutin sejak 2024 oleh PSSI bersama Freeport.
Pada edisi 2026 ini, sebanyak 20 SSB ikut ambil bagian, terdiri dari kategori U-10 dan U-12. Turnamen juga menghadirkan sistem rotasi baru agar setiap tim mendapat kesempatan bermain yang lebih merata. Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung oleh PT Garuda Sepak Bola Indonesia.
Vice President External Affairs Smelter Freeport, Erika Silva, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat Gresik menjadi indikator positif bahwa turnamen ini semakin diterima luas. “Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya fokus pada industri, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan generasi muda, khususnya di bidang olahraga,” ungkapnya.
Sementara itu, pelatih SSB Serdadu Sidowungu, Muhammad Ashori, menilai FGT sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola nasional. Menurutnya, pembinaan usia dini adalah kunci utama lahirnya pemain profesional di masa depan. “Dari grassroots inilah talenta-talenta besar akan muncul,” tuturnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh mantan pemain timnas Evan Dimas. Pemain asal Surabaya itu memotivasi para peserta. Ia menekankan bahwa sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi juga tentang membangun karakter sejak dini. “Disiplin, fair play, mental, dan attitude adalah nilai penting yang harus ditanamkan melalui kompetisi seperti ini,” pungkasnya. (dny/kun)





