Ringkasan Berita:
- HCML menggelar Vendor Day 2026 di Surabaya bertepatan dengan Earth Day.
- Fokus pada digitalisasi pengadaan migas melalui CIVD dan IOG e-Commerce.
- Lebih dari 30 ribu vendor telah terdaftar dalam sistem CIVD.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing penyedia jasa migas.
Surabaya (beritajatim.com) – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menggelar Vendor Day 2026 sebagai upaya mendorong peningkatan kompetensi serta transformasi digital bagi penyedia barang dan jasa di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Kegiatan yang berlangsung pada 22–23 April 2026 ini digelar di Praxis Tower, bertepatan dengan peringatan Earth Day, dan diikuti mayoritas penyedia barang/jasa yang berdomisili di wilayah operasi HCML di Jawa Timur.
Acara ini mendapat dukungan dari SKK Migas dengan kehadiran Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, serta Koordinator Strategi Rantai Suplai, Finda Nurantyas.
Dalam kegiatan tersebut, HCML menyosialisasikan berbagai regulasi dan sistem terbaru, termasuk Amendment PTK 007 Rev.5, TKDN, kepabeanan, serta aplikasi digital pendukung kegiatan hulu migas seperti e-CHSEMS, CIVD, dan IOG e-Commerce.
Finda Nurantyas mengungkapkan bahwa hingga April 2026, sebanyak 30.567 penyedia barang dan jasa telah terdaftar dalam sistem CIVD. Sementara itu, total transaksi melalui platform IOG e-Commerce hingga Maret 2026 mencapai sekitar Rp846,6 miliar.
“Angka ini menunjukkan bahwa pemanfaatan CIVD & IOG e-Commerce terus berkembang untuk pengadaan yang lebih cepat, transparan, kompetitif dan efisien,” ujarnya.
Anggono Mahendrawan menambahkan bahwa CIVD menjadi platform penting yang menyediakan berbagai informasi strategis bagi penyedia jasa, mulai dari rencana pengadaan hingga regulasi terkini sektor migas.
“CIVD memiliki berbagai informasi yang dibutuhkan oleh penyedia barang/jasa, seperti daftar Rencana Pengadaan KKKS, daftar Pengadaan yang sedang berlangsung di KKKS, berita dan regulasi terkini di kegiatan usaha hulu migas di Indonesia, dan lainnya,” katanya.
Selain itu, HCML juga memperkenalkan aplikasi internal seperti INVIMART untuk pengelolaan material secara elektronik dan IVONE untuk proses penagihan digital.
Tingginya minat peserta terlihat dari antusiasme pada sesi coaching clinic, terutama untuk e-CHSEMS yang menjadi materi paling diminati. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran penyedia jasa terhadap pentingnya sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan (K3LL).
“Yang pada akhirnya, diharapkan K3LL bukan hanya tentang sertifikat kompetensi melainkan menjadi budaya di lingkungan perusahaan dan kehidupan sehari-hari,” kata Sr. Head of Planning, Bidding & Reporting HCML, Oky Eldyagusta.
Menurut Oky, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen HCML dalam program kerja dan anggaran perusahaan (WP&B) 2026 untuk membina mitra kerja secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan realisasi dari bagian komitmen HCML pada WP&B 2026 dalam melakukan program pembinaan tahunan kepada penyedia barang/jasa mitra kerja HCML. Melalui acara ini, diharapkan kompetensi penyedia barang/jasa di Jawa Timur terus berkembang sehingga mampu bersaing baik secara nasional maupun global,” ujarnya.
HCML berharap melalui Vendor Day 2026, sinergi dan kolaborasi antar pelaku industri hulu migas semakin kuat, sekaligus mendorong ekosistem pengadaan yang lebih modern, transparan, dan efisien di Indonesia. [rea/beq]






